Bisnis / Makro
Senin, 05 Januari 2026 | 14:19 WIB
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Baca 10 detik
  • Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencapai Auto Reject Atas pada 5 Januari 2026, didorong aksi korporasi.
  • Harga teoritis saham INET pasca-rights issue ditetapkan Bursa Efek Indonesia menjadi Rp472 per lembar saham.
  • Dana rights issue akan digunakan memperkuat infrastruktur FTTH Wi-Fi 7 di Bali dan Lombok serta melunasi jaringan kabel bawah laut.

Teknologi ini diharapkan mampu memberikan kecepatan internet yang jauh melampaui standar saat ini, guna melayani target 2 juta pelanggan di Pulau Bali dan Lombok.

Selain fokus pada jaringan rumah tangga, INET juga mengalokasikan Rp215,38 miliar kepada PT Pusat Fiber Indonesia (PFI). Dana tersebut akan dipergunakan untuk melunasi biaya Indefeasible Right of Use (IRU) pada jaringan kabel bawah laut (submarine cable).

Langkah ini sangat krusial untuk memastikan stabilitas dan kapasitas transmisi data internasional maupun antar-pulau milik perseroan tetap kompetitif.

Sentimen positif dari dalam negeri juga diperkuat dengan masuknya aliran dana asing.

Data Stockbit menunjukkan bahwa INET menjadi salah satu saham yang paling banyak diborong asing pada sesi pertama hari ini, menempati posisi kelima berdasarkan volume net buy asing sebanyak 52,76 juta saham.

Optimisme ini sejalan dengan riset terbaru dari Samuel Sekuritas Indonesia. Tim analis Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi speculative buy dengan target harga yang sangat ambisius, yakni di level Rp1.350.

Target ini mencerminkan potensi kenaikan sekitar 74,2% dari harga penutupan sebelum periode cum date.

Samuel Sekuritas menilai INET memiliki posisi yang unik sebagai salah satu operator ISP dengan laju pertumbuhan tercepat di tanah air.

Baca Juga: IHSG Resistance Menuju 8.820, Target Diprediksi Naik Ditopang Aksi Beli Asing

Load More