- Kementerian ESDM menghentikan impor solar mulai April 2026 setelah selesainya RDMP Kilang Balikpapan.
- RDMP Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur direncanakan beroperasi Januari dan meningkatkan produksi menjadi 360 ribu barel.
- Sosialisasi penghentian impor telah disampaikan kepada operator SPBU swasta yang akan membeli solar dari Pertamina.
Suara.com - Rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menghentikan impor solar akan mulai berlaku pada kuartal II atau April 2026.
Impor akan dihentikan setelah Kilang Balikpapan yang direvitalisasi lewat proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) diresmikan.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan RDMP Kilang Balikpapan yang berada di Kalimantan Timur akan diresmikan pada Januari.
"Bahwa solar itu nanti sudah kita tidak impor lagi. Jadi kita mengandalkan produksi dalam negeri setelah beroperasinya RDMP Balikpapan," kata Laode di Jakarta dikutip pada Selasa (6/1/2025).
Untuk diketahui lewat proyek RDMP, produksi Kilang Balikpapan diproyeksikan meningkat menjadi 360 ribu barel per hari dari sebelumnya 260 ribu barel.
Setelah diresmikan, Kilang Balikpapan akan langsung memproduksi untuk kebutuhan solar kuartal II 2026. Sehingga pada April impor solar sudah dihentikan.
Adapun untuk kebutuhan solar pada kuartal I atau periode Januari-Maret, carry over dari impor tahun lalu.
"Kita masih menggunakan kuota tahun 2025 kemarin. Nanti bulan April baru kita pakai (produksi Kilang Balikpapan). Kan Pertamina perlu menyiapkan stok," kata Laode.
Di samping itu, Laode juga mengaku sudah mulai menyosialisasikan penghentian impor kepada operator SPBU swasta.
Baca Juga: Vale Hentikan Operasional Tambang, ESDM Beri Penjelasan
Selanjutnya, mereka akan membeli solar dari Pertamina. Pelabuhan pengangkutan solar bagi operator swasta juga tengah dipersiapkan.
"Sudah, sudah kami beritahukan," kata Laode.
Sebagaimana diketahui, rencana penghentian impor solar disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia seiring dengan akan beroperasinya proyek RDMP di Kilang Balikpapan.
Diproyeksikan lewat proyek itu, kebutuhan solar dalam negeri bisa terpenuhi.
Selain itu, pemerintah yang akan memberlakukan mandatori B50 pada semester dua 2026.
Dengan RDMP Kilang Balikpapan dan penerapan B50, Bahlil optimis Indonesia akan mengalami surplus solar sehingga tidak lagi bergantung pada impor.
Berita Terkait
-
Kilang Balikpapan Beres, Bahlil Yakin Indonesia Tak Perlu Impor Solar Lagi
-
Kementerian ESDM Tambah Stok LPG di Sumut: Persentase Ketersedian Tembus 108 Persen
-
ESDM Ungkap Stok BBM di Sumbar Makin Meningkat, Tapi Akui Distribusi Masih Mandek
-
Alokasi Biodiesel Ditetapkan 2026 Sebesar 15,65 Juta kL, ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp139 Triliun!
-
Pemerintah Mulai Pangkas Kuota Ekspor Gas Secara Bertahap
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Selaras dengan Danantara, BTN Perkuat Transformasi Bisnis dan Bukukan Kinerja di Atas Rata-Rata
-
BACH dan EMMI Resmi Jadi Emiten BEI, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
-
Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya
-
Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?
-
Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung
-
OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan
-
Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia