- Rupiah ditutup melemah 0,11% pada Rabu (7/1/2026) di level Rp16.776 per dolar AS.
- Mata uang Asia mayoritas mengalami pelemahan terhadap dolar AS, dengan Peso Filipina tertekan terdalam.
- Pelemahan rupiah dipicu sentimen global dan antisipasi investor terhadap data ekonomi penting Amerika Serikat.
Suara.com - Nilai tukar rupiah masih belum bangkit dari zona merah di pembukaan hari ini.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (7/1/2026) ditutup pada level Rp16.776 per dolar Amerika Serikat (AS).
Alhasil, rupiah melemah 0,11 persen dibanding penutupan pada Selasa yang berada di level Rp 16.758 dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.762 per dolar AS.
Saat ini, pergerakan mata uang di Asia bervariasi dengan kecenderungan melemah.
Hal itu terlihat dengan mata uang Peso Filipina mencatat pelemahan terdalam yakni 0,18 persen, disusul rupiah yang melemah 0,12 persen, baht Thailand melemah 0,09 persen.
Ringgit Malaysia melemah 0,09 persen, dolar Taiwan melemah 0,06 persen, yuan China melemah 0,06 persen, won Korea melemah 0,04 persen, dolar Singapura melemah 0,04 persen yen Jepang melemah 0,03 persen.
Diikuti oleh dan dolar Hong Kong melemah 0,01 persen terhadap dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,54, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 98,58.
Baca Juga: Rupiah Makin Terperosok ke Level Rp 16.758 per USD Hari Ini
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah melemah dikarenakan sentimen global. Tekanan ini membuat pergerakan rupiah masih belum stabil.
"Rupiah diperkirakan akan datar dengan potensi melemah terhadap dolar AS yang rebound oleh pernyataan hawkish pejabat the Fed Barkin," katanya saat dihubungi Suara.com.
Sentimen inilah yang membuat investor masih wait and see sehingga rupiah mengalami tekanan. Apalagi, data ekonomi Amerika yang segera rilis akan memengaruhi pergerakan rupiah.
"Namun investor cenderung wait and see mengantisipasi serangkaian data ekonomi penting dari AS dan Indonesia. Range 16.700-16.800," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Diganti per 1 Januari, Simak Perbedaan JIBOR dan INDONIA
-
Danantara Bagi-bagi Porsi Saham BRI, BNI, Bank Mandiri ke BP BUMN
-
Rekomendasi Saham-saham Hari Ini, Cek Ada yang Lepas Suspend BEI
-
Harga Emas Berbagai Variasi Berat Naik Lagi, di Pegadaian Meroket Hampir 20 Ribu
-
Izin Usaha Pendirian Unit Syariah PT Manulife Indonesia Dicabut, Ini Alasannya
-
Inflasi Tinggi Mengancam di Awal 2026, Apa Dampaknya?
-
Nama-nama di Balik Bursa Kripto ICEX, Benarkah Ada Haji Isam dan Happy Hapsoro?
-
Dilema Pengetatan Defisit APBD 2026: Antara Disiplin Fiskal dan Risiko Penurunan Belanja
-
Kelanjutan Proyek PLTN Tinggal Tunggu Perpres dari Prabowo
-
Tak Terbukti Dumping, RI Bisa Kembali Ekspor Baja Rebar ke Australia