- PT Fortuna Integritas Mandiri beroperasi sebagai bursa kripto ICEX, meraih izin OJK kedua setelah CFX.
- Pang Xue Kai memimpin ICEX yang berfokus pada layanan institusional dengan misi tokenisasi RWA dan stablecoin nasional.
- ICEX berfungsi sebagai SRO mencakup bursa, kliring, dan kustodian, didukung tim manajemen berpengalaman serta investor besar.
Suara.com - Kemunculan PT Fortuna Integritas Mandiri yang beroperasi di bawah merek International Crypto Exchange (ICEX) mulai ramai dibahas pasar Indonesia.
Kehadiran ICEX menjadikannya bursa kripto berizin OJK kedua di Indonesia, menyusul PT Central Financial X (CFX) yang telah lebih dulu beroperasi sebagai otoritas bursa.
Kabar mengenai operasional ICEX ini diungkapkan oleh Pang Xue Kai, mantan pimpinan Tokocrypto, melalui pengumuman resmi di akun LinkedIn miliknya pada Rabu (7/1/2026).
Dalam peran barunya, Xue Kai ditunjuk sebagai Presiden Direktur untuk menakhodai ekspansi ICEX di pasar domestik maupun regional.
Landasan operasional ICEX diperkuat oleh Keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor KEP-28/D.07/2025 per tanggal 19 Desember 2025.
Pang Xue Kai menegaskan bahwa ICEX tidak hanya sekadar menjadi tempat perdagangan, melainkan dirancang sebagai bursa yang terbuka, inovatif, dan inklusif.
Berbeda dengan bursa kripto pada umumnya yang menyasar nasabah ritel, ICEX akan memfokuskan layanannya pada segmen institusional dan bisnis (Business-to-Business).
Bursa ini mengemban peran sebagai Self Regulatory Organization (SRO) yang mencakup fungsi bursa, kliring, hingga kustodian, serupa dengan struktur yang dimiliki oleh Bursa Efek Indonesia.
Sebagai pemain baru yang mengedepankan teknologi, ICEX membawa tiga misi utama dalam peta jalan bisnisnya:
Baca Juga: Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
Pengembangan Tokenisasi Real World Asset (RWA): Upaya untuk mendigitalisasi aset fisik agar lebih mudah diakses dan ditransaksikan.
Layanan Kustodian Institusional: Memberikan infrastruktur penyimpanan aset digital yang aman dan berstandar global bagi perusahaan.
Inisiatif Stablecoin Nasional: Mendukung terciptanya ekosistem mata uang digital yang stabil untuk mendukung kebutuhan transaksi di Indonesia.
Kredibilitas ICEX dibangun di atas tim manajemen yang berpengalaman luas di sektor keuangan dan teknologi.
Selain Pang Xue Kai sebagai Direktur Utama, posisi strategis lainnya diisi oleh Andrew Marchen sebagai Chief Technology Officer (CTO), yang sebelumnya sukses membangun platform kripto global seperti Wallex dan Swipe Crypto.
Di sisi finansial, Rizky Indraprasto menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO), membawa pengalaman profesional dari institusi perbankan global seperti Citi dan HSBC.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak