- Pertamina NRE menjalin MoU dengan GCL Intelligent Energy (China) untuk proyek listrik tenaga sampah dan energi baru terbarukan.
- Penandatanganan nota kesepahaman terjadi di Suzhou, China, pada Rabu, 7 Januari 2026, demi ketahanan energi.
- Kolaborasi ini bertujuan mempercepat inovasi energi bersih dan mendukung target penurunan emisi nasional Indonesia 2060.
Suara.com - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) meneken nota kesepahaman dengan GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd., perusahaan global di bidang energi bersih dan terbarukan asal China.
Kerja sama antara keduanya untuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga sampah, EBT, dan gas di Indonesia. Langkah ini merupakan komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan energi dan mencapai target penurunan emisi nasional.
"Kolaborasi dengan GCL merupakan langkah strategis Pertamina NRE untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia. Kami melihat potensi besar untuk mengkombinasikan pengalaman global GCL dengan kapabilitas dan pemahaman lokal Pertamina dalam menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan dan kompetitif," ujar CEO Pertamina NRE John Anis lewat keterangannya pada Kamis (15/1/2026).
Nota kesepahaman diteken di Kantor GCL Intelligent Energy, Suzhou, China pada pada Rabu, 7 Januari 2026. Pertamina NRE meyakini kerja sama ini akan mempercepat inovasi teknologi dan model bisnis energi bersih di Indonesia, sekaligus memperkuat peran strategis Pertamina.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengatakan kerja sama tersebut diharapkan energi baru dan terbarukan dapat mendukung tercapainya target Net Zero Emission Pemerintah pada 2060, sekaligus mencapai swasembada energi nasional.
"Pertamina melalui Pertamina NRE berkomitmen mempercepat pengembangan transisi energi di Indonesia, salah satunya dengan menggalang kemitraan strategis dengan Pemerintah, industri atau mitra bisnis, akademisi, komunitas, dan media," jelas Baron.
Fei Zhi selaku Chairman of the Board GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. menyampaikan bahwa Indonesia merupakan pasar strategis bagi pengembangan energi bersih global.
"GCL berharap dapat memanfaatkan momentum percepatan transisi energi di Indonesia untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan bersama Pertamina NRE, khususnya di sektor pembangkit listrik tenaga sampah, integrasi fotovoltaik dan penyimpanan energi, PVT," ujar Fei Zh.
Baca Juga: Selain BBM, SPBU Kini Gali Cuan dari Air Minum Isi Ulang
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
Terkini
-
Harga Emas Antam Semakin Tinggi, Tembus Rp 3,13 Juta/Gram
-
Perang AS-Israel Vs Iran, Rupiah Terkapar ke Rp16.830 per Dolar AS
-
Minyak Dunia Bakal Mendidih Imbas Konflik Iran-AS, Harga BBM Pertamina Gimana?
-
IHSG Terjun Bebas 1,73% pada Senin Pagi Imbas Konflik AS-Iran, 600 Saham Merah
-
Harga BBM Terancam Naik Imbas Perang AS-Israel-Iran, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Perang AS-Israel vs Iran Pecah, Harga Emas Bersiap Rp3,4 Juta Per Gram
-
Tionghoa Indonesia Diminta Perkuat Identitas Nasional di Tengah Arus Investasi Asing
-
Rupiah Berpotensi Anjlok dan Ancaman Krisis Energi Indonesia Imbas Perang Iran
-
Harga Emas Meroket di Pegadaian saat Perang Timur Tengah Berkecamuk
-
Prediksi IHSG Hari Ini saat Tekanan Perang Iran dan Utang Luar Negeri