- PT Avian Tbk (AVIA) mencatatkan pendapatan Rp8,1 triliun pada 2025, tumbuh 8,7% didukung efisiensi operasional.
- Laba bersih AVIA tahun 2025 mencapai Rp1,7 triliun dengan marjin 21,5% berkat manajemen pengeluaran ketat.
- Infrastruktur distribusi diperkuat dengan lima pusat distribusi baru, mempertahankan layanan *one-day delivery* 90%.
Suara.com - PT Avia Avian Tbk (AVIA) resmi merilis laporan kinerja keuangan tahun buku 2025 dengan capaian yang solid.
Meski dihadapkan pada situasi ekonomi yang fluktuatif, emiten produsen cat terkemuka di Indonesia ini berhasil menjaga momentum pertumbuhan melalui penerapan strategi bisnis yang disiplin dan efisiensi operasional yang berkelanjutan.
Hingga akhir Desember 2025, Avian Brands mencatatkan pendapatan total senilai Rp8,1 triliun.
Angka ini merepresentasikan kenaikan sebesar 8,7% atau tumbuh Rp652 miliar dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut selaras dengan kenaikan volume penjualan sebesar 7,4% yang terjaga konsisten di seluruh kuartal, baik pada kategori barang dagangan maupun segmen solusi arsitektur.
Selain mencatatkan kenaikan top-line, Perseroan juga menunjukkan ketangguhan dalam menjaga profil profitabilitas. Laba bersih AVIA pada tahun 2025 mencapai Rp1,7 triliun, meningkat Rp80 miliar secara tahunan dengan marjin laba bersih berada di level 21,5%.
Capaian impresif ini didorong oleh disiplin yang ketat dalam manajemen pengeluaran internal, strategi pemasaran yang membuat lebih dari 60.000 toko aktif bertransaksi dengan Perseroan hingga akhir tahun, dan penguatan hubungan dengan mitra ritel yang berdampak pada peningkatan volume pesanan.
Infrastruktur distribusi menjadi tulang punggung keberhasilan AVIA dalam menjangkau pasar nasional. Sepanjang tahun 2025, Perseroan menambah lima pusat distribusi mandiri baru. Dengan tambahan tersebut, total titik distribusi kini mencapai:
129 Pusat Distribusi milik sendiri.
Baca Juga: Peta Baru Industri EV: BEI Jadi Gelanggang Adu Kuat Raksasa Nikel Global
15 Pusat Distribusi mini.
38 Pusat Distribusi pihak ketiga.
Kekuatan logistik yang terintegrasi ini memungkinkan AVIA mempertahankan standar layanan one-day delivery sebesar 90%.
Komitmen pada aspek keberlanjutan tercermin dari peluncuran 12 produk baru di segmen solusi arsitektur selama tahun 2025.
Menariknya, lima di antaranya telah meraih sertifikasi Green Label Singapore, menegaskan posisi AVIA sebagai pionir produk ramah lingkungan yang kini kontribusinya terhadap total penjualan terus meningkat.
Selain itu, langkah strategis dilakukan melalui distribusi produk Dextone melalui jaringan internal Perseroan sejak Mei 2025.
Berita Terkait
-
Harga Saham BULL Tertekan saat Emiten Gencar Ekspansi
-
IHSG Sesi 1 Terkoreksi ke Level 8.255: BUMI Laris Manis, INDS Anjlok Paling Parah
-
Trading Saham Global Kini Bisa 24 Jam Nonstop
-
Tumbuh Double Digit Sepanjang 2025, BRI Bukukan Laba Rp57,13 Triliun
-
IHSG Fluktuatif di Awal Perdagangan, Cermati Support 8.200
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi
-
Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul
-
Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen
-
Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?
-
Timur Tengah Memanas, Rosan Roeslani Sebut RI Jadi 'Gadis Cantik' bagi Investor