- OJK melakukan transformasi pengawasan sektor PPDP di Jakarta pada 13 April 2026 untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
- Sektor PPDP mencatat total aset Rp2.992 triliun dengan kenaikan 9,94 persen untuk mendukung likuiditas pasar modal Indonesia.
- OJK menyusun Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan 2026–2030 guna menyelaraskan investasi industri dengan prinsip ESG serta target pembangunan nasional.
Ogi Prastomiyono menjelaskan bahwa target yang dipatok untuk industri ini cukup menantang namun realistis jika didukung oleh ekosistem yang sehat.
Peningkatan literasi masyarakat dan penguatan kepercayaan menjadi kunci utama agar penetrasi asuransi dan dana pensiun di Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara maju.
"Untuk mencapai target RPJMN 2029, dibutuhkan pertumbuhan yang lebih tinggi, yaitu sebesar 7-9 persen untuk industri asuransi dan sekitar 23-25 persen per tahun untuk dana pensiun," ungkap Ogi.
Sejalan dengan tren global dan komitmen Indonesia terhadap isu lingkungan, OJK saat ini sedang menggodok penyusunan Peta Jalan Pengembangan Keuangan Berkelanjutan Sektor PPDP 2026–2030.
Inisiatif ini merupakan langkah visioner untuk menyelaraskan operasional industri keuangan dengan prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG).
Peta jalan tersebut nantinya akan menjadi kompas bagi para pelaku industri dalam mengalokasikan investasi mereka. Fokusnya adalah mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia serta pencapaian sasaran pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Tag
Berita Terkait
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance
-
Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK
-
Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup
-
Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi
-
420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital
-
Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138
-
S&P: Peringkat Kredit Indonesia Paling Rentan Turun di Asia Tenggara
-
Ada Wacana Larangan Peredaran Vape, Apa Efeknya ke Ekonomi?
-
Jumlah Masyarakat Kelas Menengah RI Kian Merosot, Alarm Bagi Ekonomi?
-
Harga Batu Bara Acuan Naik pada Periode Kedua April, Tembus 103,43 Dolar AS per Ton
-
Mimpi Nonton Barcelona di Camp Nou Kini Makin Nyata Lewat Program BRI Debit FC Barcelona
-
Berbagi Kebaikan Untuk Sesama, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal Bagi 2.800 Pendonor
-
Kata Bankir Usai OJK Hapus Utang Rp 1 Juta dari SLIK