Bisnis / Keuangan
Jum'at, 17 April 2026 | 09:49 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. [Gemini AI]
Baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.180 per dolar AS pada Jumat, 17 April 2026 akibat sentimen negatif.
  • Pelemahan dipicu data ketenagakerjaan AS yang solid serta downgrade prospek ekonomi Indonesia oleh Bank Dunia dan IMF.
  • Potensi gencatan senjata Israel-Lebanon membantu menahan tekanan rupiah dengan proyeksi perdagangan di rentang Rp17.100 hingga Rp17.200.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau bergerak melemah tipis pada pagi ini, Jumat (17/4/2026).

Kombinasi rilis data ketenagakerjaan AS yang solid serta sentimen negatif dari dalam negeri menjadi faktor utama yang menekan mata uang Garuda.

Berdasarkam data Bloomberg, rupiah dibuka Rp17.180. Level ini membuat rupiah melemah 0,25 persen dibandingkan perdagangan Kamis (16/4/2026) di level Rp17.138

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengonfirmasi bahwa pelemahan rupiah ini dipicu oleh rebound indeks dolar AS. Penguatan greenback terjadi setelah data klaim pengangguran di Negeri Paman Sam menunjukkan angka yang lebih kuat (lebih rendah) daripada perkiraan pasar.

"Rupiah melemah pada hari ini terhadap dolar AS yang rebound oleh data pekerjaan, khususnya klaim pengangguran yang lebih kuat dari perkiraan," ujar Lukman Leong saat dihubungi, Jumat (29/11).

Meskipun berada dalam tren melemah, Lukman menyebutkan bahwa tekanan terhadap rupiah sedikit tertahan oleh perkembangan geopolitik global.

Pernyataan Presiden AS, Donald Trump, mengenai potensi kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon memberikan sedikit angin segar bagi pasar risiko.

Israel serang Lebanon (Antara)

"Pernyataan Trump mengenai kesepakatan gencatan senjata Israel-Lebanon bisa membatasi perlemahan rupiah lebih lanjut," tambahnya.

Dari dalam negeri, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih menghadapi tantangan berat.

Baca Juga: Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138

Sentimen pasar cenderung negatif menyusul langkah lembaga keuangan internasional, seperti Bank Dunia (World Bank) dan Dana Moneter Internasional (IMF), yang baru-baru ini memangkas atau memberikan downgrade terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Koreksi prospek pertumbuhan ini membuat investor cenderung bersikap defensif terhadap aset-aset berbasis rupiah.

"Sentimen domestik masih negatif, tertekan oleh fundamental ekonomi dan downgrade prospek ekonomi oleh Bank Dunia dan IMF baru-baru ini," jelasnya.

Berdasarkan dinamika tersebut, pergerakan rupiah hari ini diprediksi akan tetap berada di zona merah namun dalam rentang yang terbatas. Lukman memproyeksikan mata uang Garuda akan bergerak di kisaran angka yang cukup lebar namun cenderung melemah.

"Untuk kisaran hari ini, rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp17.100 hingga Rp17.200 per dolar AS," pungkasnya.

Sementara itu, mata uang Asia bergerak melemah. Salah satunua, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah anjlok 0,15 persen. Disusul, baht Thailand yang ambles 0,14 persen.

Load More