- IHSG ditutup menguat 0,72% pada awal pekan kemarin meski diwarnai aksi jual bersih asing mencapai Rp2,09 triliun.
- Perdagangan Selasa (26/5/2026), IHSG diproyeksikan mengalami koreksi teknikal dengan rentang support 6.060–6.170 dan resistance 6.250–6.270.
- Pasar Asia Pasifik menguat karena sinyal positif kesepakatan damai Iran, sementara Wall Street libur memperingati hari Memorial Day.
Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa positif pada sesi perdagangan awal pekan kemarin dengan ditutup menguat 0,72%.
Kendati berhasil parkir di zona hijau, penguatan indeks acuan tersebut dibayangi oleh aksi tekanan jual yang masif dari investor global. Pasar mencatat adanya aksi jual bersih (net sell) asing dengan nilai yang cukup fantastis, yakni menembus kisaran Rp2,09 triliun.
Beberapa saham berkapitalisasi besar yang paling banyak dilepas oleh pemodal asing dalam perdagangan kemarin meliputi PT Ammon Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Untuk proyeksi perdagangan hari ini, Selasa (26/5/2026), IHSG dinilai memiliki risiko jenuh dan berpotensi mengalami gerak koreksi secara teknikal.
Berdasarkan peta draf pergerakan harian, indeks diproyeksikan bergulir dengan batas bawah (support) di rentang 6.060 – 6.170, sementara batas atas (resistance) kuat tertahan di koridor 6.250 – 6.270.
Melihat indikator dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) tidak mencatatkan pembaruan aktivitas pada hari Senin kemarin karena seluruh lantai dagang ditutup untuk memperingati hari libur nasional Memorial Day.
Meski demikian, pada penutupan akhir pekan lalu (Jumat, 22/5), indeks Wall Street kompak mendarat di zona hijau berkat melandainya tingkat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,58%, S&P 500 menguat 0,37%, dan Nasdaq Composite bertambah 0,19%.
Sentimen positif tersebut juga disokong oleh melesatnya saham produsen semikonduktor Qualcomm sebesar hampir 12%, serta tren penguatan harga minyak mentah di mana jenis Brent nangkring di posisi USD 103,54 per barel dan WTI di level USD 96,60 per barel.
Di sisi lain, bursa saham di kawasan Asia Pasifik bergerak bergairah pada perdagangan Senin kemarin.
Baca Juga: Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Sentimen utama dipicu oleh draf pernyataan pejabat senior AS yang mengisyaratkan bahwa kesepakatan damai dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz sudah semakin dekat, meskipun persetujuan final masih membutuhkan waktu beberapa hari lagi.
Merespons kabar tersebut, mayoritas indeks saham Asia meroket tajam:
- Taiex Taiwan: Melonjak signifikan memimpin pasar sebesar 3,26%.
- Nikkei 225 Jepang: Melejit kuat hingga 2,87%, diikuti indeks Topix yang naik 1,29%.
- CSI 300 China: Bertambah kuat sebesar 1,58%.
- ASX 200 Australia: Ikut terkerek naik sebesar 0,40%.
- Straits Times Singapura: Melaju tipis dengan keuntungan 0,05%.
- FTSE Malaysia: Menjadi anomali setelah terkoreksi melemah 0,24%.
Ide Perdagangan Saham Hari Ini (Trading Idea)
Menyikapi potensi konsolidasi IHSG di tengah derasnya arus keluar modal asing, berikut adalah enam saham pilihan BNI Sekuritas yang menarik untuk dicermati secara teknikal untuk strategi investasi harian:
1. PT Timah Tbk (TINS)
Strategi: Buy on Weakness
Area Beli: Rp3.400 – Rp3.460
Target Harga Terdekat: Rp3.600 – Rp3.740
Batasan Risiko (Cutloss): Di bawah Rp3.360
Berita Terkait
-
Harga Minyak Turun ke USD 90-an Usai AS-Iran Beri Sinyal Gencatan Senjata Jangka Panjang
-
IHSG Diproyeksi Melemah Hari Ini, Simak Level Support Kritis dan Rekomendasi Saham Analis
-
IHSG Terbang ke Level 6.206, Ini Daftar Saham yang Cuan
-
Usai 1 Persen Saham Negara Masuk, Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Jadi BUMN
-
Cuma RI yang Kena Outflow Obligasi, Ekonom: Sedih Banget!
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas
-
Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN
-
OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum
-
Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel
-
Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah
-
Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT
-
Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z
-
Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI
-
Tiket Indomaret Fun Run 2026 Bisa Dibeli Lewat BRImo, Ada Diskon Rp 25 Ribu
-
Menko Airlangga Minta Dubes Negara Sahabat Kawal Realisasi Investasi Hasil Lawatan Prabowo