- Pemerintah Kabupaten Lebak mendampingi petani lokal untuk memenuhi kebutuhan sayuran bagi dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Pengembangan sentra produksi hortikultura di wilayah dataran tinggi dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah Banten.
- Peningkatan kapasitas dan fasilitasi distribusi hasil tani bertujuan memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan pendapatan ekonomi petani setempat.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menjadi upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang bisnis baru bagi petani lokal.
Selama ini, kebutuhan sayuran untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lebak masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memperkuat produksi lokal agar nilai ekonomi dapat dinikmati langsung oleh petani setempat.
Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, kini aktif mendampingi petani di kawasan sentra sayuran dataran tinggi agar mampu menjadi pemasok utama kebutuhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani melalui pasar yang lebih pasti.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan pemerintah daerah tengah mempersiapkan petani agar mampu memenuhi permintaan komoditas seperti kentang, wortel, dan kubis yang dibutuhkan dapur SPPG.
"Kami mendampingi petani lokal agar dapat memenuhi permintaan sayuran dataran tinggi untuk kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," kata Rahmat Yuniar dilansir dari laman Antara, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, selama ini kebutuhan sayuran tersebut masih dipenuhi dari sejumlah daerah di Jawa Barat. Padahal, Lebak memiliki wilayah dengan kondisi agroklimat yang sangat potensial untuk mengembangkan komoditas hortikultura serupa.
Karena itu, pemerintah daerah mengembangkan sentra produksi sayuran dataran tinggi di Kecamatan Cipanas, Lebakgedong, Cibeber, dan Sobang yang berada di kawasan kaki Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Baca Juga: Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Besar-besaran, Kemenkeu Ikut Awasi SPPG
Rahmat optimistis peningkatan produksi lokal akan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar daerah sekaligus menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar di tingkat petani.
"Kami meyakini pengembangan tanaman sayuran dataran tinggi dapat memenuhi permintaan dapur SPPG," ujarnya.
Pemkab Perkuat Produksi dan Akses Pasar
Untuk memastikan petani mampu memenuhi kebutuhan pasar MBG, Pemkab Lebak memberikan berbagai bentuk pendampingan, mulai dari pelatihan budidaya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga bantuan sarana produksi dan alat mesin pertanian.
Tak hanya fokus pada peningkatan hasil panen, pemerintah juga memperkuat akses pemasaran dengan menghubungkan petani ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dapur SPPG, hingga pasar tani.
Skema tersebut diharapkan mampu membentuk rantai pasok pangan yang lebih efisien sehingga hasil panen petani dapat langsung terserap pasar tanpa terlalu banyak perantara, sekaligus meningkatkan keuntungan yang diterima petani.
Berita Terkait
-
Manisnya Nanas Purbalingga: NanasQu Binaan Pertamina Gandeng 900 Petani Lokal Tembus Pasar Ekspor
-
Program Pertanian Organik Perusahaan Ini Tingkatkan Hasil Panen Petani Lokal
-
Lumbung Pangan Group Luncurkan Beras Premium dari Hasil Petani Lokal
-
Kunjungi Pabrik Pengolah Nanas, Ganjar Ingin Hasil Tani Petani Lokal Makin Diserap Industri
-
Pembatasan Ekspor Minyak Sawit Mentah Diklaim Untungkan Petani Lokal
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit
-
Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat
-
Asing Masih Genjar Jual Saham, IHSG Menguat Tipis Pekan Ini
-
Vietjet Bidik Wisatawan Muslim Indonesia
-
Harga Cabai Rawit Naik Lagi, Telur Ayam Rp28.950 per Kg, Cek Daftar Harga Pangan Terbaru
-
128 Juta Penumpang Transportasi Pilih Kereta dalam Tiga Bulan
-
Bangun Kepercayaan Investor, OJK Perkuat Governance Industri Keuangan melalui RGS 2026
-
Komisi IV DPR Bersama Bulog Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Klaten
-
Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas
-
Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN