Bisnis / Makro
Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:05 WIB
Ilustrasi petugas menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kabupaten Lebak mendampingi petani lokal untuk memenuhi kebutuhan sayuran bagi dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Pengembangan sentra produksi hortikultura di wilayah dataran tinggi dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah Banten.
  • Peningkatan kapasitas dan fasilitasi distribusi hasil tani bertujuan memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan pendapatan ekonomi petani setempat.

Dukungan Distribusi Perluas Peluang Bisnis Petani

Perkebunan teh dan wortel milik warga. [Doc Pribadi/Lintang Siltya Utami]

Pemkab Lebak juga mengapresiasi dukungan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menyediakan gerbong khusus untuk mengangkut hasil pertanian menuju berbagai kota tujuan seperti Serang, Tangerang, dan Jakarta.

"Kami juga mengapresiasi PT KAI yang menyediakan gerbong khusus petani untuk memudahkan distribusi hasil pertanian ke pasar luar daerah," ujar Rahmat.

Fasilitas tersebut dinilai dapat memperluas akses pasar sekaligus menekan biaya logistik sehingga produk pertanian lokal semakin kompetitif.

Petani Optimistis Pasok MBG

Di sisi lain, petani di Kecamatan Cibeber mulai memperluas lahan tanam kentang dan wortel sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan pasar.

Mulyadi, salah seorang petani setempat, mengatakan produksi tahun lalu masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Namun, dengan perluasan lahan hingga puluhan hektare, peluang memasok kebutuhan dapur MBG kini semakin terbuka.

"Kami berharap panen tanaman sayuran dataran tinggi bisa memenuhi permintaan SPPG hingga pasar luar daerah," kata Mulyadi.

Baca Juga: Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Besar-besaran, Kemenkeu Ikut Awasi SPPG

Load More