- Pemerintah Kabupaten Lebak mendampingi petani lokal untuk memenuhi kebutuhan sayuran bagi dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Pengembangan sentra produksi hortikultura di wilayah dataran tinggi dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah Banten.
- Peningkatan kapasitas dan fasilitasi distribusi hasil tani bertujuan memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan pendapatan ekonomi petani setempat.
Dukungan Distribusi Perluas Peluang Bisnis Petani
Pemkab Lebak juga mengapresiasi dukungan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menyediakan gerbong khusus untuk mengangkut hasil pertanian menuju berbagai kota tujuan seperti Serang, Tangerang, dan Jakarta.
"Kami juga mengapresiasi PT KAI yang menyediakan gerbong khusus petani untuk memudahkan distribusi hasil pertanian ke pasar luar daerah," ujar Rahmat.
Fasilitas tersebut dinilai dapat memperluas akses pasar sekaligus menekan biaya logistik sehingga produk pertanian lokal semakin kompetitif.
Petani Optimistis Pasok MBG
Di sisi lain, petani di Kecamatan Cibeber mulai memperluas lahan tanam kentang dan wortel sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan pasar.
Mulyadi, salah seorang petani setempat, mengatakan produksi tahun lalu masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Namun, dengan perluasan lahan hingga puluhan hektare, peluang memasok kebutuhan dapur MBG kini semakin terbuka.
"Kami berharap panen tanaman sayuran dataran tinggi bisa memenuhi permintaan SPPG hingga pasar luar daerah," kata Mulyadi.
Baca Juga: Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Besar-besaran, Kemenkeu Ikut Awasi SPPG
Berita Terkait
-
Manisnya Nanas Purbalingga: NanasQu Binaan Pertamina Gandeng 900 Petani Lokal Tembus Pasar Ekspor
-
Program Pertanian Organik Perusahaan Ini Tingkatkan Hasil Panen Petani Lokal
-
Lumbung Pangan Group Luncurkan Beras Premium dari Hasil Petani Lokal
-
Kunjungi Pabrik Pengolah Nanas, Ganjar Ingin Hasil Tani Petani Lokal Makin Diserap Industri
-
Pembatasan Ekspor Minyak Sawit Mentah Diklaim Untungkan Petani Lokal
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Komisi IV DPR Bersama Bulog Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Klaten
-
Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas
-
Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN
-
OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum
-
Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel
-
Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah
-
Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT
-
Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z
-
Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI
-
Tiket Indomaret Fun Run 2026 Bisa Dibeli Lewat BRImo, Ada Diskon Rp 25 Ribu