Suara.com - Hasil pemindaian formulir C1 di 472.714 Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau data pindai dari sekitar 98,72 persen, pasangan capres cawapres nomor urut dua Joko Widodo-JK meraih kemenangan di 22 provinsi.
Dilansir dari laman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan kawalpemilu.org yang mengklaim merilis data dari KPU menyebut, pasangan Jokowi-JK mendapat sekitar 65.769.697 suara atau 52,82 persen.
Sementara Prabowo-Hatta yang merebut kemenangan di 11 provinsi dengan meraih 58.745.742 suara atau 47,17 persen.
Jokowi-JK hanya kalah telak di dua provinsi dan hanya mencapat suara tak lebih dari 30 persen, yakni di Sumatera Barat sekitar 22,18 persen dan Nusa Tenggara Barat sekitar 27,59 persen.
Tapi kekalahan itu dibalas Jokowi-JK dengan menguasai dua provinsi lainnya yakni Sulawesi Selatan dan Bali, dimana pasangan nomor dua itu meraih di atas 71 persen suara.
Di Sulawesi Selatan dan Bali, pasangan Prabowo-Hatta cuma memperoleh sekitar 28 persen saja.
Sedangkan di Provinsi Maluku dan Jambi, kedua pasangan bersaing ketat dengan perolehan suaranya beda tipis.
Prabowo-Hatta mendapat 50,38 persen dan Jokowi-JK 49,61 persen di Maluku. Sementara di Jambi, Jokowi JK menang 50,81 persen suara dan Prabowo-Hatta 49,18 persen.
Dalam laman situs resmi KPU juga tertulis kalau perolehan suara tinggkat TPS ini masih bisa berubah jika ada rekapitulasi di tingkat atasnya yakni kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Tembus 74,1 Persen, Program MBG Jadi Faktor Utama
-
Respons Modus 'Surat Mundur', Wagub Jatim Minta Inspektorat Dalami Kasus OTT Bupati Tulungagung
-
Kuota Program Magang Diperbesar Pemerintah, Peluang Karier atau Sekadar Tenaga Kerja Murah?
-
Gelap Mata Demi 'Deposit' Judol: Pria di Makassar Bacok Istri dan Leher Sepupu hingga Tewas!
-
Ancaman Serangan Israel ke Iran Kembali Mencuat Usai Perundingan Damai Gagal Total
-
Apa Itu Blanket Overflight? Berbahaya Bagi Kedaulatan RI, Rumornya Bakal Diteken Menhan
-
Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek
-
Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?
-
Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?
-
Soal Isu Izin Terbang Militer AS di Wilayah Udara RI, DPR Minta Pemerintah Buka-Bukaan