Suara.com - Pascapenembakan dan penganiayaan yang menewaskan dua anggota Brimob BKO Polda Sumatera Selatan bernama Bripda Riyan Hariansah dan Bripda Apriadi serta karyawan PT. Freeport Indonesia bernama Suko Miartono di Kampung Utikini, Distrik Tembagapura, Papua, Polda Papua mengamankan 13 anggota kelompok sipil bersenjata.
Kelompok tersebut menyerahkan diri setelah terlibat aksi kontak senjata di sekitar Kali Kabur, Utikini.
Dalam aksi kontak senjata yang berlangsung selama dua hari (Selasa dan Rabu), dua anggota separatis yang masing-masing berinisial GM dan NM, terluka. GM terluka di bagian punggung hingga tembus pantat, sedangkan NW luka akibat terkena popor senjata karena ia sempat melawan saat akan ditangkap.
Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Yotje Mende mengatakan dua anggota separatis itu sekarang sudah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Tembagapura dan Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.
"Jadi dua orang anggota KKB yang terluka saat kontak senjata itu kami rawat karena alasan kemanusiaan. Kami tetap memanusiakan mereka, begitu juga dengan 13 anggota lainnya yang menyerahkan diri setelah baku kontak senjata dan sedang kami amankan untuk dimintai keterangan," kata Kapolda Yotje di Mapolda Papua, Jayapura, Papua, Rabu (7/1/2015).
Polisi menyimpulkan pelaku penembakan dan penganiayaan yang mengakibatkan dua anggota Brimob BKO Polda Sumatera Selatan dan satu karyawan Freeport tewas adalah kelompok di bawah pimpinan Ayub Waker yang kabur saat kontak senjata.
Ayub Waker meletakkan surat di kantong celana anggotanya yang terluka dan ditangkap. Surat itu tertulis "daerah ini merupakan wilayah perang Ayub Waker."
"Saat aksi kontak senjata pihak mereka (KKB) sempat memamerkan dua senjata stayer milik dua anggota Brimob yang kemungkinan dirampas saat di dalam mobil," katanya.
Kapolda menambahkan dari hasil uji balistik yang dilakukan Tim Pusat Forensik Makassar, senjata api yang digunakan kelompok bersenjata adalah jenis FN, bukan senjata milik dua anggota Brimob. Penembakan tersebut dilakukan dari arah jarak dekat dengan proyektil ukuran 9 mm.
Lebih lanjut Kapolda mengatakan Kapolri Jenderal Sutarman telah memerintahkan Polda Papua menggelar operasi penegakan hukum untuk mengejar dan menangkap pelaku penembakan, baik dalam kondisi hidup maupun mati. Operasi itu telah dilaksanakan sejak Sabtu kemarin dengan menerjunkan 1.756 anggota gabungan Polri dan TNI di Utikini.
"Anggota berjumlah sekitar 1.756 ini terdiri dari Anggota Propam, Reserse dan Satgas Ops Polda Papua sebanyak 80 anggota. Anggota TNI 1 SSK dan Brimob Polda Papua sekitar 500 orang. Mereka kita turunkan untuk lakukan pengejaran besar-besaran," katanya. (Lidya Salmah)
Berita Terkait
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
KPK Ungkap 3 Moge Gatot Bea Cukai Dibeli Pakai Dana Operasional
-
Polda Metro Jaya Minta Massa Demo 27 Agustus Besok Tak Rusak Fasilitas Umum
-
Gara-gara Ledakan AI, Kabel Laut Yang Dibangun 5 Tahun Habis Dalam Setahun
-
Hindari Macet! Ini Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Saat Demo 27 Agustus
-
Bobotoh Bisa Nonton Persija vs Persib di GBK? ILeague Singgung Demo Jakarta
-
17 Tersangka Karhutla Sumsel Diproses, Lalu Bagaimana dengan 545 Hotspot di Konsesi?
-
Proses Hukum Febrie Adriansyah Dinilai Cederai Keadilan Prosedural
-
Inul Daratista Tegas Tolak Tawaran Masuk Politik: Takut Jadi Umpan Politik dan Tumbal Keadaan
-
Koalisi Ojol Nasional Tegaskan Tak Ikut Demo 27 Agustus: Driver Harus Waspadai Hoaks
-
Kaltim Masuk 10 Besar Nasional Provinsi Rawan Karhutla