Suara.com - Bupati Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng), Ujang Iskandar, meminta jaminan keamanan jika dirinya memberikan kesaksian dalam kasus yang kini sedang diselidiki Komnas HAM terkait kisruh antara Polri dengan KPK.
Ketua tim penyelidikan dugaan kriminalisasi pimpinan KPK, Nur Kholis, mengungkapkan bahwa pihaknya hari ini seharusnya menjadwalkan Ujang untuk datang ke Komnas HAM, agar dapat memberikan keterangan pada kasus yang menjerat Bambang Widjojanto (BW).
"Tadi pagi minta kehadiran Pak Bupati Kotawaringin Barat. (Namun) Tidak bisa hadir, dan keterangan telepon sudah kita catat sebagai keterangan resmi. Dan masalahnya, beliau meminta semacam jaminan keamanan. Pada tahap itu, saya harus memikirkan ulang bagaimana Komnas HAM memberikan (jaminan keamanan) itu," ucap Kholis, saat konferensi pers di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2015).
Kholis juga menegaskan, dirinya sendiri belum mengobrol secara langsung dengan Ujang. Dirinya menurutnya baru diberitahu oleh Komisioner Komnas HAM Sandrayati Moniaga, yang ketika itu berbincang dengan Ujang.
"Kami belum ngomong, dan nanti kita akan diskusikan ke tempat yang lain. Beliau belum bisa hadir, karena sebelumnya Komnas HAM tidak bisa memberikan jaminan keamanan. Tapi (kami) bisa memberikan rekomendasi, siapa yang memberikan keamanan itu. (Pertama) Kepolisian, nah yang kedua itu LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban). Itu kalau memang sangat dibutuhkan," jelasnya.
Dikatakan Kholis lagi, pihaknya juga tetap akan meminta kesaksian terhadap Ujang, walaupun hanya melalui sambungan telepon.
"Kita akan jarak jauh kayaknya. Kita akan usahakan tetap dapat kesaksian dari beliau, karena beliau penting. Saya kira itu," tutup Kholis.
Berita Terkait
-
Kasus Andrie Yunus: Komnas HAM Temukan 14 Orang Saling Terhubung di Sekitar YLBHI
-
Kawal Program MBG, Komnas HAM Susun Kajian Strategis dan SNP Hak Atas Pangan
-
Kritik dr. Tan Shot Yen: Susu Bumil Gimmick Industri, Desak Program Makan Gratis Pakai Pangan Lokal!
-
Nasi Hambar dan Salah Jam Makan, Peneliti Celios Temukan Banyak Siswa Buang Jatah MBG
-
Berlangsung Masif dan Meluas, Komnas HAM Belum Temukan Dalang Kerusuhan Demo Agustus 2025
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
Terkini
-
DPR Desak Pemerintah Benahi Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Maut di Bekasi
-
Basarnas Ungkap Alasan Lokomotif KA Argo Bromo Tak Langsung Dievakuasi: Ada Nyawa yang Terjepit
-
Buntut Kekerasan di Daycare Jogja, Komisi X DPR Segera Panggil Mendikdasmen untuk Evaluasi Total
-
Haru dan Cemas, Warga Padati Pos Pengaduan Cari Kabar Korban Tabrakan KRL
-
Krisis Tersembunyi di Balik Belanja Online: Tanpa Regulasi Jelas, Sampah Kemasan Jadi Bom Waktu
-
Dirut KAI: Evakuasi KA Argo Bromo 100 Persen Rampung, KRL ke Cikarang Masih Dihentikan
-
Kisah Mantan Penjudi Takut Nonton Pertandingan Piala Dunia 2026, Kenapa?
-
Deretan Fakta Baru Penembakan Trump: Pelaku Naik Kereta dari LA, Senjata Dibeli dari 2023
-
Berapa UMR Jogja? Pengasuh Daycare Little Aresha Cuma Digaji Rp2 Jutaan Per Bulan
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu