Suara.com - Pemimpin gerilyawan separatis Sayed Ali Geelani, Kamis (11/6/2015) membantah bahwa anggota ISIS dan Taliban ada di Kashmir yang dikuasai India.
"Organisasi seperti ISIS dan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) tak ada di Kashmir yang dikuasai India dan nama ini digunakan dalam rancangan yang direncanakan dengan baik," demikian isi pernyataan yang dikeluarkan Geelani.
"Tujuan komplotan ini ialah menyebutkan perjuangan kemerdekaan murni dan adil warga Kashmir sebagai terorisme dan untuk membuktikan orang Kashmir juga kejam dan bukan kelompok tertindas," kata pernyataan itu, sebagaimana diberitakan Xinhua.
Pernyataan Geelani telah dikeluarkan setelah munculnya poster ancaman di Kota Kecil Sopore, sekitar 52 kilometer di sebelah barat-laut Kota Srinagar, Ibu Kota Musim Panas Kashmir yang dikuasai India.
Poster dalam bahasa Urdu tersebut, yang berisi nama kelompok gerilyawan yang tak dikenal Tehreek-e-Taliban dan Kashmir, mengancam pemilik stasiun pompa bensin yang menyediakan bahan bakar buat militer dan polisi India, penjual alkohol dan narkotika, operator televisi kabel, penjudi dan mereka yang menyediakan akomodasi buat pekerja migran. Poster itu meminta warga melaksanakan ajaran Islam dan menentang perbuatan "orang non-Muslim".
Menurut Geelani, poster ancaman tersebut telah mempengaruhi kegiatan usaha banyak lapisan masyarakat.
"Poster ini memang mengeluarkan instruksi berdasarkan ajaran Islam dan Syari'ah (hukum Islam) tapi orang Muslim yang sederhana pun mengetahui kenyataan bahwa Islam tak disebarkan dengan bantuan kekerasan pada masa lalu juga tak mungkin untuk mengubah ideologi rakyat dengan menggunakan kekerasan pada masa depan," kata Geelani. "Islam sejak dulu menekankan pada prilaku moral dan akhlak yang mulia untuk menyentuh hari dan fikiran orang." Sopore, kota kecil yang mudah bergolak di wilayah itu, seringkali menjadi berita akibat serangan gerilyawan terhadap tentara India dan terjadinya baku-tembak mematikan.
Pada Selasa (9/6/2015), beberapa pria bersenjata menembak hingga tewas seorang pegawai pemerintah, yang mendukung Geelani. Geelani mengutuk pembunuhan tersebut dan menggambarkannya sebagai perbuatan agen India.
Namun juru bicara polisi mengatakan gerilyawan berada di belakang pembunuhan pegawai pemerintah itu. Sejauh ini tak ada kelompok gerilyawan yang mengaku bertanggung-jawab atas pembunuhan tersebut.
Pada Mei, kelompok gerilyawan yang tak terlalu dikenal -Lashkar-e-Islam- menyerang menara telepon genggam dan menewaskan dua orang yang memiliki hubungan dengan perusahaan telepon seluler dalam upaya mengganggu hubungan telepon genggam di Sopore. Geelani mengutuk serangan tersebut dan menggambarkan para penyerang sebagai "orang pemerintah India".
Perang gerilya berkecamuk antara gerilyawan dan tentara India yang ditempatkan di wilayah itu sejak 1989. (Antara/Xinhua)
Berita Terkait
-
Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Empat Pendukung ISIS di Sumatera Diciduk Densus 88! Gunakan Media Sosial untuk Provokasi Teror
-
Turki Gempur ISIS Online: 26 Orang Ditangkap Terkait Propaganda Teror di Medsos
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra
-
Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah
-
Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat
-
Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku
-
Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya