Suara.com - Fasilitator perdamaian Aceh, Juha Chirstensen, dan mantan Ketua Aceh Monitoring Mission, Pieter Feith, kembali mengunjungi Aceh. Keduanya datang guna melihat langsung kondisi dan berbagai perkembangan.
Dari segi keamanan, kedua tokoh perdamaian menilai kondisi Aceh kian membaik, kendati di beberapa sisi masih banyak hal yang harus dibenahi.
Pieter Feith berpendapat bahwa proses reintegrasi bagi eks kombatan yang merupakan salah satu sisi penting untuk diselesaikan, belum sepenuhnya berhasil hingga saat ini.
Kemudian, kata dia, pembangunan ekonomi di Aceh belum maksimal. Tidak ada perencanaan yang jelas atau blueprint, meski dana yang dialirkan ke bumi Serambi Mekkah ini, begitu banyak.
"Tidak ada sebuah perencanaan matang atau blueprint pembangunan ekonomi Aceh. Meskinya dengan dana yang begitu besar, Aceh sudah lebih maju dari pada daerah lain yang ada di Indonesia. Harusnya dengan dana itu, pemerintah punya target atau perencanaan yang harus selesai," ujar Pieter Feith pada acara konferensi pers 10 tahun perdamaian Aceh di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Rabu (12/8/2015).
Proses reintegrasi, menurutnya, baru akan berhasil jika pemerintah mampu membangkitkan sektor ekonomi, menumbuhkan iklim investasi yang mampu mendorong terciptanya lapangan kerja baru.
Untuk mencapai hal itu, kata Pieter, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat, harus saling menumbuhkan kepercayaan.
"Agar proses reintegrasi berhasil dan maksimal. Pemerintah harus berpikir bagaimana membangun ekonomi Aceh, menciptakan lapangan kerja, membangun iklim investasi, serta menjaga stabilitas keamanan dan politik," ujarnya.
Dengan kondisi Aceh saat ini, kata dia, pemerintah harusnya mampu mengajak para pengusaha lokal maupun nasional untuk memulai investasi.
"Dunia luar baru akan mau memberi investasi ketika para pengusaha di dalam negeri mampu menumbuhkan kepercayaan terhadap Aceh. Kemudian mereka (investor) juga mau investasi kalau merasa nyaman, tidak ada guncangan politik, pemerintah yang bersih dan anti korupsi, serta aturan yang jelas," ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan Juha Crhistensen. Menurutnya, dari segi pembangunan ekonomi, Aceh memang belum berhasil. Harusnya, dalam waktu 10 tahun perdamaian, ada capaian-capaian yang maksimal yang sesuai perencanaan.
Alasan itu pula, kata dia, yang menghambat proses reintegrasi. Di mana para mantan kombatan atau masyarakat, belum bisa merasakan kesempatan baru untuk meningkatkan taraf hidup.
"Kita tidak melihat ada blueprint pembangunan ekonomi Aceh. Sehingga target 10 tahun atau beberapa tahun untuk membangun ekonomi ini tidak ada," kata Juha.
Persoalan ekonomi, kata dia, juga menjadi permasalahan utama pascakonflik yang membuat kelompok-kelompok baru bermunculan. Seperti halnya Din Minimi. Meskipun itu murni kriminal, namun aksi-aksi mereka telah membuat dunia luar takut.
"Maka situasi politik atau gesekan-gesekan ini harus juga selesai. Investasi berperan penting untuk memecahkan masalah ekonomi Aceh. Tapi jika situasi kecil ini tidak diredam, maka luar akan takut," katanya. [Alfiansyah Ocxie]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026