Suara.com - Mabes Polri meralat soal penetapan tersangka terkait dalam kasus korupsi pengadaan mobil crane di Pelabuhan Indonesia II, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Anton Charliyan mengatakan belum ada seorang pun yang ditetapkan sebagai tersangka.
"Saya minta maaf karena dulu dibilang ada tersangka. Jadi belum (ada tersangka) ya," kata Anton kepada wartawan, Jumat (11/9/2015).
Menurutnya, penetapan tersangka kasus Pelindo belum bisa disimpulkan meski penyidik Bareskrim Polri telah cukup memiliki alat bukti.
"Bukti sudah lengkap, tapi bila tidak ada kaitan satu sama lain itu bagaimana? Ya tidak kuat juga kan?" katanya.
Terkait hal ini, Anton pun mengaku akan lebih berhati-hati untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka.
"Tahapannnya itu akan lebih hati-hati,"katanya.
Sebelumnya, penetapan tersangka kasus korupsi Pelindo II disampaikan mantan Kabareskrim Budi Waseso pada Kamis (3/9/2015) lalu. Tetapi, penyataan itu tidak disampaikan secara gamblang oleh Jenderal bintang tiga itu. Buwas, panggilan akrab Budi Waseso yang mengatakan, "iya, baru satu itu."
Namun saat dikonfirmasi apakah FN orang yang telah ditetapkan tersangka itu bernama Ferialdy Nurlan yang menjabat sebagai Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo II. Buwas hanya mengatakan jika wartawan sudah lebih tahu.
"Ya kamu (wartawan) bisa lebih tahu tuh," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prabowo ke Lokasi Karhutla Kubu Raya, Lihat Api dari Dekat Tanpa Masker Begini Arahannya
-
Review Bartender Glass of God: Mengobati Luka Jiwa Lewat Segelas Koktail
-
Sejumlah Kelompok Mahasiswa Tak Ikut Rencana Demo AMPB di Jakarta
-
Seminggu Gempa NTT: Warga Pelosok Hanya Terima Segelas Beras, Sebutir Telur, dan Mi Instan
-
Tak Perlu Bolak-balik Atur Volume, Huawei FreeClip 2 S Andalkan AI
-
Pasien Depresi di Gresik Dirudapaksa di Gubuk Sawah Berkedok Pengobatan Alternatif
-
Stok Bantuan Gempa NTT Masih 577 Ton, BNPB Siapkan Tambahan Distribusi Udara
-
Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak
-
Bukan Menolak Warga Pati, YLBHI Buka Suara soal Tak Izinkan Bermalam di Diponegoro 74
-
Kabut Asap Kepung Kubu Raya, Presiden Prabowo Tinjau Karhutla di Tengah Udara 'Sangat Tidak Sehat'