Suara.com - Pemboman Rusia ke Suriah dinilai sebagai kejahatan perang. Banyak warga sipil yang tewas dalam serangan maut itu.
Hal itu disampaikan LSM hak asasi manusia, Amnesty Internasional, Rabu (23/12/2015). Serangan udara itu dinilai melanggar hukum kemanusiaan.
"Serangan udara Rusia di Suriah telah menewaskan ratusan warga sipil dan menyebabkan kerusakan besar di daerah pemukiman, rumah, sebuah masjid dan sebuah pasar yang ramai, serta fasilitas medis. Serangan itu menunjukkan bukti pelanggaran hukum humaniter internasional," begitu bunyi laporan Amnesty dalam situsnya.
Rusia mulai menyerang Suriah sejak 30 September lalu. Serangan itu lantaran kelompok penentang pemerintah dituduh membantu sekutu utama Kremlin Timur Tengah.
Kementerian Pertahanan Rusia enggan menanggapi penilaian Amnesty itu. Sementara Kementerian Luar Negeri Rusia menjelaskan akan mempelajari laporan itu.
Direktur program Timur Tengah dan Afrika Utara Amnesty International, Philip Luther menjelaskan jika serangan itu menewaskan 200 warga sipil.
"Serangan tersebut kejahatan perang," kata Luther. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
25 Link Twibbon Maulid Nabi 2026 Gratis, Bisa untuk Status WA dan Foto Profil
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah