Suara.com - Seorang warga Desa Kalensari, Kabupaten Subang, Jawa Barat yang dinyatakan sebagai terduga pelaku peledakan bom di Jalan Thamrin Jakarta, Afif alias Sunakim. Dia dikenal sebagai sosok pendiam.
Sejumlah tetangga Afif yang berada di sekitar Dusun Krajan 1, Desa Kalensari, Kecamatan Compreng, Subang menyebutkan Afif mempunyai kepribadian yang baik.
"Afif itu anak yang baik. Tetapi saya tidak tahu setelah lulus SMP. Ia sekolah di luar daerah," kata Jejen, seorang tetangga Afif, Minggu (17/1/2016).
Afif merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Jenal dan Mur. Ia menjalani pendidikan dasar hingga SMP di kampung halamannya.
Kemudian melanjutkan pendidikannya di STT Texmaco Cipeundeuy, Subang. Selama sekolah di STT Texmaco itu Afif tidak pulang ke Subang, tetapi pulang ke rumah kakeknya di Karawang.
Warga Dusun Krajan I lainnya, Sarwita menyatakan sejak sekolah di STT Texmaco itu Afif jarang pulang ke kampung halamannya sampai akhirnya ia menikah pada tahun 2007.
"Pada awalnya kita ragu kalau Afif itu terlibat dalam peristiwa peledakan bom di Jakarta, karena tidak ada gelagat yang mencurigakan dari sosok Afif," kata dia.
Tetapi setelah polisi mengumumkan secara resmi kalau Afif terlibat dalam peristiwa tersebut, baru warga percaya. Itu pun banyak warga yang tidak menyangka kalau salah seorang warganya terlibat peristiwa peledakan bom di Jakarta.
Kapolsek Klari Kompol A Mulyana menyatakan Afif pernah memiliki Kartu Tanda Penduduk atau KTP beralamat di Desa Duren, Kecamatan Klari, Karawang. Ia mengakui kalau jajaran kepolisian dari Polres Karawang bersama sejumlah anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri mendatangi daerah sekitar Desa Duren pada Kamis (14/1) malam atau setelah peristiwa ledakan bom di kawasan Sarinah, Jakarta.
Sementara itu, Kepala Desa Duren Abdul Halim mengakui kalau Afif memang pernah tinggal di daerahnya, tetapi sejak tahun 2010, Afif dan keluarganya menghilang.
Pindahnya Afif dan keluarga itu diketahui setelah Halim mendapatkan surat dari kepolisian Aceh. Dalam surat itu, Afif ditangkap karena bergabung dalam pelatihan kelompok teroris di Aceh.
"Saat itu saya hendak mengantarkan surat itu ke rumah Afif, untuk disampaikan ke keluarganya. Tetapi ketika itu rumahnya sudah sepi," kata dia. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat
-
Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku
-
Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya
-
10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
-
KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina
-
Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media
-
Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas
-
Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun
-
2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz