Suara.com - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengakui sulit menangkap orang yang membuang bayi karena mereka melakukannya secara sembunyi-sembunyi.
"Biasanya orang yang telah membuang bayinya itu tidak terlihat. Karena pelaku-pelakunya sendiri sulit terdeteksi. Sangat jarang sekali orang yang membuang bayi ketahuan," kata Arist kepada Suara.com, Selasa (9/2/2016).
Pernyataan Arist terkait dengan kasus penemuan jasad bayi berjenis kelamin lelaki di Kali Baru, Jalan Raya Bogor, kilometer 23, perbatasan Kelurahan Rambutan, Ciracas, dekat depan Rumah Sakit Harapan Bunda, Pasar Rebo, Senin (8/2/2016) kemarin.
Arist mengimbau kepada para orangtua yang belum siap menerima atau mengurus bayi agar bersedia menyerahkan bayi ke panti sosial. Jangan membunuh dan membuang bayi karena akan dihukum.
"Menurut saya kalau memang orangtua tidak menginginkan anak itu, serahkan saja ke panti-panti sosial yang dikelola pemerintah dan swasta. Jangan dibuang seperti itu. Karena itu dapat merugikan ibunya sendiri dan keluarganya sendiri karena tindak pidana," katanya.
Khusus kepada orang-orang yang malu punya anak dari hubungan gelap, jangan pernah menganggap anak sebagai aib.
"Kalau memang tidak disukain karena faktor ekonomi dan sebagainya. Jangan lagi merasa ini aib atau malu, orangtua harus bertanggungjawab," kata dia.
Kasus penemuan bayi di Kali Baru menambah daftar panjang kejahatan.
Rabu (30/12/2015) lalu, jasad bayi juga ditemukan di Jalan Arta Kencana, RT 6, RW 3, Kelurahan Cilangkap, Jakarta Timur. Belakangan, orang yang membuang bayi ketahuan. Tak lain ibunya sendiri, Mira Haryati (18). Mira sekarang ditetapkan menjadi tersangka kasus pembunuhan dan pembuangan bayi. Dia tinggal di Jalan Binamarga, Gang Setia, nomor 34, RT 2, RW 6, Kelurahan Cipayung, Jakarta Timur.
Motif Mira membunuh dan membuang bayi karena takut dan ketahuan orang lain punya anak di luar nikah.
Tag
Berita Terkait
-
Wartawan Diusir dari Rumah Ibu Pembuang Bayi di Jakarta Timur
-
Buang Bayi karena Malu, Pesan Buat Ortu yang Punya Anak Perempuan
-
Bayi Dibunuh dan Dibuang karena Malu, Siapa Lelaki Hamili Mira?
-
Dua Teman Ibu Pembunuh Bayi Diperiksa Sebagai Saksi
-
Bunuh dan Buang Bayi, Ini Hukuman yang Bakal Dijalani Mira
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Gempa Beruntun M 5,5 Guncang Karatung dan Melonguane Sulawesi Utara
-
Gunung Semeru Lima Kali Erupsi Hari Ini, PVMBG Ungkap Lima Titik Waspada
-
Gus Ipul Ajak ASN Kemensos Turun Ground Check DTSEN
-
Kisah Dokter Diaspora Terobos Sekat Birokrasi demi Misi Kemanusiaan di Sumatra
-
Sarmuji Luruskan Fatsun Politik Fraksi Golkar: Bukan Larang Kritik Prabowo-Gibran, Tapi Ada Etikanya
-
Respons Keluhan Warga, Kemensos Libatkan YLKI Awasi Penonaktifan BPJS PBI
-
Niat Gasak HP ASN di Tengah Gemerlap Imlek di Bundaran HI, Pria Paruh Baya Diciduk
-
Geledah Rumah di Ciputat, KPK Sita Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar Terkait Kasus Bea Cukai
-
Ancaman Bagi Koruptor! Gibran Ingin Aset Hasil Judol Hingga Korupsi Disita, Apa Kata Pukat UGM?
-
Penumpang LRT Jabodebek Usul Penambahan Gerbong Khusus Wanita Guna Cegah Pelecehan