News / Nasional
Kamis, 03 Maret 2016 | 17:31 WIB
Konferensi pers Kedai Kopi terkait paparan hasil survey Setya Novanto dan Ade Komaruddin. [Suara.com/Ummy Hadyah Saleh]
Partai Golongan Karya (Golkar) akan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang akan di selenggarakan pada April mendatang untuk memilih Ketua Umum Partai Golkar.
 
Salah satu lembaga survei yakni Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) melakukan survei terkait kriteria calon ketua umum Partai Golkar. Juru Bicara KedaiKOPI, Hendro Satrio mengatakan, hasil survei menunjukkan mantan Ketua DPR Setya Novanto memperoleh peringkat pertama dengan kategori calon Ketua Umum Partai Golkar terpopuler dengan presentase 35,80 persen dibanding Ketua DPR Ade Komaruddin yang hanya 25,00 persen.
 
"Di peringkat pertama Setya Novanto yakni 35,80 persen, lalu di peringkat kedua Priyo Budi Santoso 26,80 persen, Ade Komarudin di peringkat ketiga 25,00 persen," ujar Hendro dalam jumpa pers hasil survei calon ketua umum Golkar di Resto Dua Nyonya Cikini, Jakarta, Kamis (3/3/2016).
 
Sementara kata Hendro, Syahrul Yasin Limpo yang juga Gubernur Sulawesi Selatan berada di peringkat keempat dengan memperoleh presentase 20 persen, lalu di peringkat ke lima Idrus Marham memperoleh presentase 19,04 persen. 
 
"Kemudian menyusul di peringkat selanjutnya Aziz Syamsudin yang memperoleh 17,60 persen, Airlangga Hartanto 12,60 persen, Indra Bambang Utoyo 11,20 persen, Zaki Iskandar 9,40 persen dan Mahyuddin mendapatkan perolehan sebesar 8,40 persen," ucapnya.
 
Selain itu, berdasarkan survei, publik masih menginginkan ketua umum Partai Golkar yang memiliki pengalaman di Partai Golkar, lalu pernah menjadi pengurus DPP Partai Golkar, pimpinan DPR dan pernah menjadi Ketua Fraksi Golkar.
 
"Hasil surveinya, calon ketua umum yang berpengalaman di Golkar dengan presentase 59,80 persen, lalu pernah menjadi pengurus DPP Golkar 9,80 persen. Kemudian pernah menjadi pimpinan DPR 3,40 persen dan juga pernah menjabat ketua Fraksi Golkar di DPR dengan presentase 3,20 persen," tutur Hendri.
 
Lebi lanjut, hasil survei KedaiKOPI menunjukkan ketua umum terpilih nantinya tidak boleh memiliki dua jabatan dengan hasil presentase sebesar 42,89 persen. Serta harus mengundurkan diri dari jabatan lain bila terpilih jadi ketua umum Golkar yakni sebesar 13,83 persen.
 
"Lalu calon ketua umum yang merangkap jabatan dengan syarat bisa bekerja dengan baik dengan presentase 13,23 persen. Serta bisa merangkap jabatan asal membentuk ketua harian partai dengan presentase 3,81 persen," imbuhnya.
 
Adapun figur Partai Golkar yang dianggap berpengaruh bisa menyelamatkan dua kepengurusan Golkar, yang berpolemik selama ini yakni Jusuf Kalla yang juga Wakil Presiden memperoleh peringkat tertinggi yakni 21,60 persen, lalu Aburizal Bakrie 20 persen.
 
"Tokoh lain ada Akbar Tanjung 17,60 persen, Priyo Budi Santoso 16 persen,  Muladi dengan presentase 2,40 persen, Agung Laksono 0,40 persen, dan  Hajriyanto Thohari mendapat perolehan 0,40 persen," ungkapnya.
 
Untuk diketahui, survei ini dilakukan kepada 500 responden yang tersebar secara prorosional di seluruh Indonesia.
 
Responden adalah pengguna telepon yang dipilih secara acak menggunakan metode sampel acak sistematis. Komposisi responden di setiap daerah mempertimbangkan proporsi antar jumlah penduduk di setiap daerah.

Survei ini menggunakan margin of error (MoE) kurang lebih 4,38 pada tingkat kepercayaan 9,5 persen. Lalu Proses pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 29 Februari sampai 1 Maret 2016 melalui wawancara via telepon dan menggunakan kuesioner terstruktur. Kemudian responden pemilih berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah, ketika survei dilakukan.

Load More