Hasnaeni Moein dan pedagang bernama Gatot di terminal Blok M [suara.com/Nikolaus Tolen]
Bakal calon Gubernur Jakarta Hasnaeni Moein mengaku tidak mempunyai duit banyak untuk menyokong pertarungan dalam bursa calon gubernur Jakarta periode 2017-2022. Perempuan yang dijuluki Wanita Emas dalam kampanyenya itu mengklaim akan maju dengan modal kartu nama dan rutin menemui warga.
"Kalau berbicara itu (mahar) saya belum tahu karena belum ada pembicaraan seperti itu. Saya belum ada uang, saya bermodalkan kartu nama saja," kata Hasnaeni saat menemui supir metromini dan kopaja di terminal Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/3/2016).
Untuk meyakinkan ucapannya, dia langsung bertanya kepada relawan mengenai apakah mereka dibayar atau tidak.
"Kalau berbicara itu (mahar) saya belum tahu karena belum ada pembicaraan seperti itu. Saya belum ada uang, saya bermodalkan kartu nama saja," kata Hasnaeni saat menemui supir metromini dan kopaja di terminal Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/3/2016).
Untuk meyakinkan ucapannya, dia langsung bertanya kepada relawan mengenai apakah mereka dibayar atau tidak.
"Kalau tidak percaya langsung tanya saja kepada mereka. Kalian dikasih dana nggak sama ibu. Tidak ada. Saya hanya bermodalkan kartu nama saja," kata Hasnaeni.
Menurut Hasnaeni warga Jakarta sudah tidak mempan dengan bayaran. Soalnya, yang mereka butuhkan sentuhan pemimpin dan perlakuan yang manusiawi.
"Modal kartu nama saja kita sudah disambut dengan baik oleh masyarakat. Masyarakat ingin pemimpin bisa mengedepankan kepentingan mereka. Karena itu apa pun yang kita janjikan akan kita penuhi ke masyarakat," kataya.
Menurut Hasnaeni warga Jakarta sudah tidak mempan dengan bayaran. Soalnya, yang mereka butuhkan sentuhan pemimpin dan perlakuan yang manusiawi.
"Modal kartu nama saja kita sudah disambut dengan baik oleh masyarakat. Masyarakat ingin pemimpin bisa mengedepankan kepentingan mereka. Karena itu apa pun yang kita janjikan akan kita penuhi ke masyarakat," kataya.
Di hadapan supir dan pedagang serta penumpang, Hasnaeni menyampaikan apa saja yang nanti akan dilakukan kalau menang pilkada. Antara lain, tidak akan menghapus metromini dan kopaja, justru sebaliknya meningkatkan fasilitas.
"Boleh tanya ke saudara-saudara saya, kalau saya sudah berjanji, saya pasti akan penuhi," kata Hasnaeni.
Selain Hasnaeni sejumlah tokoh sekarang juga sedang siap-siap maju. Sebut saja politisi PPP Abraham Lunggana alias Lulung. Dia rajin menemui politisi-politisi partai lain untuk mendapatkan dukungan, disamping itu dia juga membentuk relawan.
Begitu juga Ahmad Dhani, Yusril Ihza Mahendra, Sandiaga Uno, Adhyaksa Dault. Mereka telah bergera. Terutama Basuki Tjahaja Purnama yang sekarang menggandeng Heru Budi Hartono maju lewat jalur non partai politik.
Komentar
Berita Terkait
-
Hasnaeni Ngaku Bisa Bangun DKI Tujuh Kali Lebih Baik dari Ahok
-
Saat Hasnaeni Masuk Metromini, Semua Tertawa Lihat Kernet Ini
-
Saat Ditemui Hasnaeni, Tukang Bajaj Ini Katakan Ogah Dukung Ahok
-
Pedagang Tinggalkan Hasnaeni Saat Diajak Ngobrol di Blok M
-
Beda dengan Ahok, Si Wanita Emas Ingin Stop Beli Transjakarta
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat
-
Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare
-
Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora
-
3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?
-
Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!
-
Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan
-
Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara
-
3 WNI Ditangkap Polisi Arab Saudi di Mekkah, Diduga Promosikan Haji Ilegal
-
Anggaran Rp4 T untuk 1.800 Perlintasan Kereta, DPR: Cukup Buat Palang Pintu, Gak Cukup Buat Flyover