Ilustrasi KPK [suara.com/Nikolaus Tolen]
Kepala Hubungan Masyarakat Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Jamalludin Samosir mengonfirmasi kabar panitera PN Jakarta Pusat berinisial S ditangkap KPK. Ruang kerja Santoso sekarang telah disegel.
"Ada Santoso panitera pak ada, ya," kata Jamalludin, Kamis (30/6/2016).
Jamaluddin mengatakan tidak tahu siapa yang menyegel ruang kerja S.
"Ada Santoso panitera pak ada, ya," kata Jamalludin, Kamis (30/6/2016).
Jamaluddin mengatakan tidak tahu siapa yang menyegel ruang kerja S.
"Tadi ada masuk kantor, dan sekarang ruangannya katanya sudah disegel," katanya.
Jamaluddin mengaku prihatin dengan peristiwa ini. Dia mengaku pusing dengan rentetan kasus yang menimpa lembaga peradilan.
"Ya itu juga kita sudah pusing lagi, sangat prihatin kita," kata Jamalludin.
Jamaluddin mengaku prihatin dengan peristiwa ini. Dia mengaku pusing dengan rentetan kasus yang menimpa lembaga peradilan.
"Ya itu juga kita sudah pusing lagi, sangat prihatin kita," kata Jamalludin.
Dalam operasi tangkap tangan, petugas juga mengamankan barang bukti berupa uang.
Menurut informasi yang diperoleh wartawan, uang yang diamankan sebanyak 30 ribu dollar Singapura. Diduga kuat, uang yang nilainya setara dengan Rp300 juta itu merupakan suap.
Namun, belum diketahui secara rinci hasil OTT malam ini. S diduga ditangkap terkait perkara perdata yang sedang ditangani di PN Jakpus.
Ketua KPK Agus Rahardjo telah mengonfirmasi.
"Benar (ada OTT). Yup (terkait perkara perdata)," kata Agus.
Penangkapan terhadap panitera berinisial S menambah panjang deretan pejabat peradilan bermasalah.
Sebelum ini, KPK menangkap Panitera PN Jakpus Edy Nasution bersama Direktur PT. Kreasi Dunia Keluarga Doddy Ariyanto Supeno. Keduanya diduga melakukan transaksi suap terkait pendaftaran perkara peninjauan kembali di PN Jakpus.
Yang terbaru ialah penangkapan terhadap Panitera PN Jakarta Utara Rohadi yang diduga terkait suap untuk meringankan vonis kasus pencabulan terhadap pedangdut Saipul Jamil.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Kuasa Hukum Gus Alex Soroti Dakwaan KPK, Sebut Kliennya Pasif Terima Imbalan
-
Saksi Kasus Bea Cukai Dikabarkan Meninggal Setelah Mangkir dari Panggilan KPK, Siapa Winda Lorenza?
-
KPK Periksa Rudi Tanoe soal Bansos Beras, Kerugian Negara Ditaksir Rp 200 Miliar
-
Terungkap di Sidang! Kuota Haji Tambahan Diatur 'Satu Pintu' Lewat Fuad Hasan Masyhur
-
Dedi Congor Sudah Tersangka Kasus Gratifikasi Polri Sejak 2023, KPK Siapkan Jerat Baru
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana