Suara.com - Pelawak stand up comedy Roni Immanuel alias Mongol Stres membeberkan alasan mendukung pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.
"Karena begini coy, gua tinggal di daerah Pondok Jaya, Mampang, otomatis kampung gua banjir kan coy, elu tahu dong daerah Mampang kalau banjir cuma gua yang kena, baru sama Kemang," kata Mongol di Jakarta, Rabu (26/10/2016).
Berkat Ahok dan Djarot, kata Mongol, banjir di daerahnya, kini tidak separah dulu. Dia menilai ada perubahan yang diciptakan oleh pemerintahan Ahok dan Djarot.
"Daerah gua dulu coy, kalau banjir sampai sepinggang. Sekarang udah di jalan doang bang. Jadi ada perubahan signifikan yang mereka lakukan," ujar Mongol.
Itu sebabnya, Mongol akan memberi kesempatan kepada pasangan petahana untuk memimpin Jakarta dua periode.
"Gua nggak pernah lagi ketemu yang namanya ikan lele masuk celana, gua nggak pernah lagi ketemu yang namanya ikan emas. Sekarang dengan mereka buat begitu masa gua pilih yang lain? Gua kasih kesempatan lagi dong buat mereka. Satu periode lagi," tutur Mongol.
Lebih lanjut, Mongol mengatakan akan memberikan kejutan untuk masyarakat Jakarta sebagai bentuk dukungan kepada Ahok-Djarot. Tetapi, sekarang dia belum mau menyebutkan apa kejutan yang akan dia berikan.
"Setelah ini gua akan kasih kejutan coy. Pokoknya kejutan, masih rahasia. Sebelum berakhirnya tahun 2016. Infonya nyusul. Pokoknya gua akan kasi kejutan," kata Mongol.
Mongol juga memuji dua pasangan lawan Ahok-Djarot, yakni Anies Baswedan - Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana Murni.
"Kalau gua nggak lihat kekurangan dan kelebihan Anies dan Agus. Yang gua lihat Ahok saja. Kalau dari Agus masih muda. Mungkin kalau dibilang kurang pengalaman juga kurang bijak coy. Karena ada Sylvi di sana, pengalamannya luar biasa," tutur Mongol.
"Pak Anies dan Pak Sandiaga dua-duanya orang yang bagus juga. Tapi tetap pilihan kan bang? Ya gua tetap pilih Ahok-Djarot bang. Ini, kan pilihan gua bang," Mongol menambahkan.
BERITA MENARIK LAINNYA:
Suami Mirna Hampir Lengkapi Bukti Buat Laporkan Wartawan Tabloid
Sudah Capek Bikin Tumpeng, Ditolak Ahok, Habiburokhman Marah
Terungkap Kenapa Ahok Tolak Pidato dan Minta Djarot Maju
Berita Terkait
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
-
Roasting Ayah Sendiri, Nicholas Sean Anak Ahok Viral Jualan 'Broken Home Cookies'
-
Ahok Puji Keberanian Pandji Pragiwaksono di Mens Rea: Gila, Nekat Banget
-
Baca 41 Buku tentang Nabi Muhammad, Mongol Stres Temukan Pedoman Hidup
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!