Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi tingginya curah hujan atau cuaca ekstrem saat ini hingga Februari 2017.
"Saya sudah kumpulkan teman-teman dari Ditjen Sumber Daya Air, untuk melakukan antisipasi. Sesuai dengan prediksi BMKG ekstrem cuaca bisa sampai ke Januari atau Februari (2017), Jadi kami harus siap," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di sela-Konferensi High-Level Expert and Leaders Panel on Water and Disasters (HELP) di Jakarta, Senin.
Menurut dia, antisipasi pertama yang harus dilakukan adalah melakukan walk through atau penyusuran melakukan pemeriksaan tanggul-tanggul dengan tujuan untuk meminimalisir kejadian-kejadian jebol.
"Jadi tanggul-tanggul supaya harus tetap dimonitor dengan baik supaya tidak ada kesalahan, seperti jebol. Kalau jebol karena limpasan itu karena memang ekstrem tapi kalau jebol karena kondisi prasarananya itu yang kita hindari," ujar Menteri Basuki.
Kedua adalah melakukan disiplin operasi pintu-pintu air, karena banjir itu tidak hanya akibat meluapnya sungai namun juga bisa disebabkan oleh operasi buka tutup pintu air yang tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Ia menyampaikan bahwa dalam membuka tutup air harus hati-hati sekali. Misalnya, pintu airnya seharusnya dibuka sebelum banjir terjadi tapi kalau dibuka saat banjir atau telat buka, nanti limpahan airnya seperti bendungan jebol.
"Jadi harus hati-hati operasinya, harus sesuai dengan SOP," katanya.
Terkait dengan antisipasi terakhir, Basuki menyampaikan, adalah menyiapkan alat-alat berat di daerah rawan longsor.
"Kami (Kementerian PUPR) ke depan juga harus agresif menangani tebing-tebing. Jadi tidak hanya menunggu longsor dibersihkan tapi saya sudah perintahkan untuk bisa agresif menangani tebing-tebing. Apakah dengan memasang jaring-jaring, angkur-angkur tebing supaya bisa memperkuat tebing," tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan peringatan dini atau early warning system, serta mau membersihkan drainase atau sungai yang tersumbat akibat sampah atau lainnya. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan