Suara.com - Pemilihan Kepala Daerah akan berlangsung pada Februari 2017 mendatang. Kemungkinan akan muncul Kepala Daerah baru atau bahkan masih Kepala daerah yang lama akan terjadi.
Untuk mengantisipasi munculnya pemimpin daerah yang korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan masyarakat agar dengan jeli memilih dalam pemilihan pada 15 Februari nanti.
"Masyarakat harus lebih jeli dan pinter mencari pemimpin yang baru, karena kita akan ada Pilkada lagi. Kami mohon masyarakat memilih pemimpin daerah yang capable bukan berdasarkan hubungan-hubungan kekeluargaan," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif di gedung KPK, jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Sabtu (31/12/2016).
Lebih lanjut, Mantan Dosen Hukum pada Universitas Hasanuddin Makassar tersebut mengatakan bahwa sangat rentan terjadi praktek korupsi, jika pemerintah daerahnya berhubungan dengan dinasti. Seperti, keluarga Bupati Klaten, Sri Hartini, dimana suaminya pernah menjabat sebagai Bupati Klaten juga.
"Perlu kita lihat Bupati Klaten ini, suaminya pernah menjadi bupati, wakil bupati Klaten saat ini suaminya juga pernah jadi bupati. Kondisi-kondisi seperti ini dari pengalaman KPK yang melibatkan pemimpin daerah sangat rentan praktek-praktek korupsi," katanya.
Untuk diketahui, pada tahun 2017 ada 101 daerah baik itu Kabupaten, Kota, dan Propinsi menggelar Pilkada. Sejumlah calon pun turut berkompetisi untuk merebut kursi nomor satu di masing-masing daerahnya. Sebagai masyarakat, kita diharapkan dapat memilih pemimpin yang betul-betul bekerja demi kepentingan masyarakat dan kebijakan atau programnya dapat mendorong kesejahteraan masyarakat. Bukan sebaliknya mendukung karena punya hubungan, baik itu Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA).
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
Terkini
-
Koalisi Masyarakat Sipil Peringatkan Bahaya Dominasi Militer, Sebut Demokrasi dan HAM Terancam
-
Waktu untuk Tidak Menikah dan Alasan yang Menyertainya
-
Maling Rp1,2 Miliar di Kalideres Tertangkap, Hasil Kejahatan Tinggal Rp200 Juta
-
Doli Golkar Pertanyakan OTT Kepala Daerah Tiap Pekan: Ada Skenario Parade Korupsi?
-
Akselerasi Layanan Zero Down Time di GIIAS 2026, Mitsubishi Fuso: Roda Bisnis Harus Terus Berputar
-
Bidik World Athletics Label, PB PASI Puji PLN Electric Run 2026
-
Promo Diskon Grab Sepanjang Agustus 2026, Syaratnya Jadi Nasabah BRI
-
Balsa Sekulic Terpukau Atmosfer Bobotoh, Siap Kejar Gol Perdana Bersama Persib
-
Pandangan Masih Buram Meski Ganti Kacamata? Bisa Jadi Bukan Sekadar Mata Minus Biasa
-
Promo Khusus Nasabah BRI di RS Abdi Waluyo, Dapatkan Cashback Langsung!