Suara.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menilai pernyataan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar untuk meminta mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membantu Antasari membongkar kasus pembunuhan terhadap Direktur PT. Rajawali Putra Banjaran Nasrudin Zulkarnanen yang pernah membuat Antasari masuk penjara.
"Saya rasa betul, daripada ribut-ribut di Twitter, lebih baik urus hal-hal yang jelas, seperti Pak Antasari yang sampai sekarang belum tuntas dari persoalan masa lalu," kata Andreas di DPR, Jakarta, Selasa (24/1/2017).
Kolega Andreas di DPR, Masinton Pasaribu juga setuju.
Menurut anggota Komisi III DPR pembunuhan yang dituduhkan kepada Antasari pada tahun 2009 masih belum tuntas.
Pernyataan Antasari, kata Mansinton, menarik kesimpulan bahwa ada informasi yang diketahui Yudhoyono dalam kamus tersebut. Itu sebabnya, Antasari sampai berani meminta bantuan Yudhoyono untuk ikut mengungkap.
"Berarti kan buat Pak Antasari bahwa masih ada persoalan kasus yang belum selesai dalam kasus yang dituduhkan ke dia. Artinya kan Pak SBY mengetahui detail kasus Pak Antasari, makanya beliau minta bantu supaya dibuka," ujar Masinton.
Antasari menyatakan itu ketika diundang menghadiri perayaan ulang tahun Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang ke 70 tahun di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (23/1/2017).
"Justru itu, saya minta tolong kepada Pak SBY, bongkarlah dari pada beliau cuit-cuitan, mengganggu was-was masyarakat, kan, kalau negara kita kacau segala macam," ujar Antasari.
Antasari merupakan Ketua KPK pada zaman pemerintahan Presiden Yudhoyono. Ketika tengah mengusut kasus, Antasari kemudian jatuh karena mendapatkan tuduhan menjadi dalang pembunuhan Nasrudin.
Menurut Antasari, Yudhoyono mengetahui kasus tersebut.
"Pak SBY tahu semua, tuh," kata dia.
Pernyataan Antasari ini berawal ketika wartawan meminta tanggapannya mengenai keluhan Yudhoyono di Twitter tentang maraknya hoax. Yudhoyono mengeluhkan bangsa ini yang sekarang banyak hoax. Melalui cuitan, Yudhoyono tidak menawarkan pemecahan, dia hanya menulis: "Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah dan penyebar 'hoax' berkuasa dan merajalela. Kapan rakyat dan yang lemah menang? *SBY*
"Mestinya (membantu membongkar) dari pada beliau bikin cuit-cuit di twitter. Kapan negara ini kacau. Orang nggak kacau kok. Mendingan dia buka kasus saya, dia tahu di era saya," tutur Antasari.
Ketika ditanya apakah menurut Antasari, Yudhoyono akan membantunya membongkar kasus pembunuhan Nasrudin, Antasari mengatakan seharusnya dia membantu.
"Ya harus dari pada beliau cuit-cuit nggak karuan mending bantu saya," kata dia.
Antasari baru beberapa bulan bebas dari penjara. Antasari bebas bersyarat setelah menjalani hukuman tujuh tahun enam bulan atau dua pertiga dari vonis 18 tahun penjara.
Berita Terkait
-
Soroti Era SBY dan Jokowi, Purbaya Sebut Mesin Ekonomi Indonesia Pincang Selama 20 Tahun
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Rupiah Semakin Tak Berharga, SBY Beberkan Ciri Pemimpin yang Kuat
-
Film 'Kupilih Jalur Langit' Resmi Tayang di Bioskop Indonesia!
-
Kisah Owner Jejamuran, Buka Usaha di Usia 52 Tahun hingga Dua Kali Dipanggil ke Istana
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Homeless Media, Instrumen Penting Bantu Suarakan Isu Lingkungan Dekat Masyarakat
-
Rumah Eks Menkominfo Johnny G Plate Ambruk, Korban Tewas Gempa NTT 47 Orang
-
BRI KKB Expo 2026 Sambangi 131 Cabang, Mobil Impian Siap Dibawa Pulang
-
Berburu Mobil Impian di BRI KKB Expo 2026, Digelar di 131 Cabang
-
Arsip Angin dan Janji yang Tertunda
-
Mobil Impian Makin Dekat, BRI KKB Expo 2026 Hadir di 131 Cabang
-
Promo HUT Ke-81 RI dari BRI, Nikmati Penawaran Menarik untuk Kuliner, Travel, dan Hiburan
-
Bendera Bintang Bulan Berkibar, Aksi Hari Damai Aceh Kisruh, TNI Dikeroyok
-
Perkembangan AI Tak Bisa Dihindari, Wakil Ketua DPRD Jateng: Harus Adaptif, Jangan Takut Perubahan!
-
BRI KKB Expo 2026, Kesempatan Baru Miliki Mobil Impian