News / Metropolitan
Jum'at, 03 Maret 2017 | 16:26 WIB
Basuki Tjahaja Purnama di RPTRA Kalijodo [suara.com/Bowo Raharjo]
Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terang-terangan menceritakan gajinya selama menjadi pemimpin Jakarta.

Ahok mengatakan ketika masih menjabat wakil gubernur bisa mendapatkan bonus sebesar 10 kali gaji. Dengan pendapatan sebesar itu, dia deposito sampai Rp1 miliar.

"Pas saya jadi wagub kok saya lebih kaya, tapi pas saya jadi gubernur uang saya lebih sedikit," ujar Ahok ketika pidato di acara penyampaian surat pemberitahuan pajak terhutang pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan tahun 2017 kepada wajib pajak di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/3/2017).

"Waktu saya jadi wagub bisa (nabung) simpan Rp1 miliar, karena saya hidup nggak aneh-aneh kok. Sudah bisa bayar anak sekolah, bayar segala macam bisa deposito Rp1 miliar," Ahok menambahkan.

Ahok mengaku pernah konsultasi dengan akuntan mengenai perbedaan pendapatan ketika menjadi wakil gubernur dan setelah menjadi gubernur.

"Akuntan saya bilang karena waktu itu PBB (pajak bumi dan bangunan) masih dikelola menteri keuangan. Lalu menkeu menugaskan saya menagih PBB. Kalau terpenuhi target lebih dari 90 peran saya dapat maksimum 10 kali gaji berati dapat sekitar Rp70 jutaan. Lumayan," kata Ahok.

Saat ini, kata Ahok, penagihan pajak diserahkan kepada Dinas Pajak DKI Jakarta. Semenjak itu, Ahok dia tidak mendapat bonus dari penagihan pajak.

"Eh begitu penagihan PBB diserahkan ke Pak Edi (Kepala Dinas Pajak DKI), 10 kali gaji saya dipotong. Begitu jadi gubernur, saya sebulan cuma terima Rp80 jutaan, nggak heran, nggak sampai Rp1 miliar," ujar Ahok.

Walaupun pendapatan berkurang, Ahok mengaku tetap bersyukur. Dia bersyukur sebagai pejabat tetap dapat membantu banyak warga miskin.

"Di sini kami bisa bantu semua. Suka citanya mengalahkan waktu saya punya perusahaan dan untung 150 ribu dollar AS. Saya lebih miskin dulu, sekarang saya lebih kaya," kata Ahok.

Load More