Suara.com - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan membenarkan jika Novel Baswedan memiliki bukti foto orang yang dicurigai telah mengintai kediamannya dua minggu sebelum peristiwa penyiraman air keras yang dilakukan dua orang misterius, pagi tadi. Menurutnya, polisi juga telah memiliki bukti foto tersebut.
"Jadi, dua minggu yang lalu memang ada beberapa, ada di sekitar rumah saudara Novel. Itu kami pun punya foto itu ya. Kami pun punya, sekitar dua minggu yang lalu, itu sudah kami ada," kata Iriawan usai menjenguk Novel di Rumah Sakit Mata, Jakarta Eye Center, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/4/2017) malam.
Menurutnya, penyidik nanti juga akan mencocokan foto yang dimiliki Novel dengan keterangan saksi yang dianggap mengetahui ciri-ciri kedua pelaku. Kedua lelaki yang diduga pelaku mengendarai sepeda motor jenis matic.
"Kami akan “crosscheck” ke sana ya, apa ada korelasinya atau tidak. Belum tentu juga, tapi itu masukan buat kami. Dan tentu kami akan memeriksa semua saksi yang ada. Sudah ada enam saksi diperiksa," kata dia.
Iriawan masih merahasiakan keterangan para saksi yang diduga mengetahui ciri-ciri pelaku
"Tentunya tidak kami sampaikan di sini ciri-ciri pelaku. Yang jelas mengarah atau indikasi pasti ada di sana," kata dia
Sebelumnya diberitakan, salah satu saksi mata, Eko Julian (26) mengungkapkan ciri-ciri pelaku penyiram air kepada penyidik senior Novel Baswesdan di Jalan Deposito, Perumahan Bank Budi Daya, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017) Subuh.
Lelaki pertama berperawakan kurus, tinggi dan menggunakan jaket kulit hitam serta helm sedangkan pelaku kedua memiliki ciri-ciri berbadan besar, berambut ikal sebahu, memakai jaket jeans dan tidak mengenakan helm.
Tag
Berita Terkait
-
Novel Ungkap Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Berkas Dilimpah, Padahal Korban Belum Diperiksa?
-
Perjuangan HAM Tak Berhenti Usai Penyerangan Andrie Yunus, KontraS: We keep moving forward, Tatakae!
-
Novel Baswedan: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Upaya Pembunuhan, Pelaku Terorganisir!
-
Soal KPK Tak Pajang Tersangka, Novel Baswedan Soroti Dalih Kemanusiaan
-
Novel Baswedan 'Senggol' Prabowo: Kembalikan Pegawai KPK Korban Firli, Ini Penegakan Hukum
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang