Amien Rais di Universitas Bung Karno [suara.com/Dian Rosmala]
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais menilai Pancasila semakin tua makin hampa. Hal itu ia sampaikan saat berpidato di upacara perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 72 di Universitas Bung Karno, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (17/8/2017).
"Sekarang ini kita melihat Pancasila ini sebagai state filosofi kita, sebagai Ideologi dan dasar negara memang makin lama makin hampa," kata Amien.
Secara tekstual, kata dia, hampir semua rakyat Indonesia hafal akan lima sila tersebut. Namun pada kenyataannya, lima sila itu tidak lagi dijiwai sebagai falsafah bernegara.
"Kita bisa melihat dalam prakteknya kita berbangsa dan bernegara, si ke 1, Ketuhanan yang Maha Esa telah berubah menjadi keuangan yang sangat digdaya," ujar Amien.
Amien menilai saat ini dalam aktifitas politik uanglah yang berbicara. Ia mencontohkan pada setiap momen pemilu, dimana yang suara rakyat dibeli oleh mereka yang punya uang.
Sedangkan sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, kata dia, kenyataan di berbagai daerah, konflik sosial atas nama suku menjadi kebiasaan rakyat Indonesia.
"Kita lihat bentrok antar suku, antar bangsa dan antar pelajar dan lain-lain juga orang-orang kecil digusur dan menjadi kemanusiaan yang tidak begitu adil dan sedikit biadab," tutur Amin.
Pun demikian juga dengan sila ketiga, Persatuan Indonesia, kata dia, yang terjadi adalah pecah belah. Partai-partai diadu domba dan umat beragam juga diadu, terutama umat Islam.
"Kita sedang mencari siapa di balik semua ini. Kalau ketahuan nanti harus kita kasih perhitungan bersama-sama," ujar Amien.
Menurut Amien pecah belah ini melemahkan bangsa Indonesia. Ia sendiri curiga ada 'siluman-siluman' yang sedang memecah bangsa ini secara sistematis menggunakan perundang-undangan.
"Nah, itu yang harus kita waspadai bersama-sama," kata Amien.
Sedangkan sila keempat, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat, Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan, Perwakilan, kata dia, pun telah kehilangan maknanya. Dimana musyawarah semakin hari semakin ditinggalkan.
"Sekarang adu kuat, adu otot. Sebenarnya kalau adu kuat masih mending, tapi ini adu keuangan. Ini yang betul-betul harus kita hentikan," ujar Amien.
Tak jauh beda dengan empat sila di atas, sila ke 5, yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Kata dia, yang terjadi justru kedzaliman sosial yang diterima rakyat yang sejak lama menderita.
"Jadi saya kira kita sudah merdeka 72 tahun. Mestinya negeri kita semakin sentosa, semakin kuat, menjadi bangsa teladan di panggung dunia ini. Tapi nyatanya kita masih kayak begini Ini," kata Amien.
"Hutang kita makin menggelembung, rakyat kecil makin terhuyung-huyung, banyak orang makin banyak yang lapar. Kita rasakan ada yang salah," Amien menambahkan.
"Sekarang ini kita melihat Pancasila ini sebagai state filosofi kita, sebagai Ideologi dan dasar negara memang makin lama makin hampa," kata Amien.
Secara tekstual, kata dia, hampir semua rakyat Indonesia hafal akan lima sila tersebut. Namun pada kenyataannya, lima sila itu tidak lagi dijiwai sebagai falsafah bernegara.
"Kita bisa melihat dalam prakteknya kita berbangsa dan bernegara, si ke 1, Ketuhanan yang Maha Esa telah berubah menjadi keuangan yang sangat digdaya," ujar Amien.
Amien menilai saat ini dalam aktifitas politik uanglah yang berbicara. Ia mencontohkan pada setiap momen pemilu, dimana yang suara rakyat dibeli oleh mereka yang punya uang.
Sedangkan sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, kata dia, kenyataan di berbagai daerah, konflik sosial atas nama suku menjadi kebiasaan rakyat Indonesia.
"Kita lihat bentrok antar suku, antar bangsa dan antar pelajar dan lain-lain juga orang-orang kecil digusur dan menjadi kemanusiaan yang tidak begitu adil dan sedikit biadab," tutur Amin.
Pun demikian juga dengan sila ketiga, Persatuan Indonesia, kata dia, yang terjadi adalah pecah belah. Partai-partai diadu domba dan umat beragam juga diadu, terutama umat Islam.
"Kita sedang mencari siapa di balik semua ini. Kalau ketahuan nanti harus kita kasih perhitungan bersama-sama," ujar Amien.
Menurut Amien pecah belah ini melemahkan bangsa Indonesia. Ia sendiri curiga ada 'siluman-siluman' yang sedang memecah bangsa ini secara sistematis menggunakan perundang-undangan.
"Nah, itu yang harus kita waspadai bersama-sama," kata Amien.
Sedangkan sila keempat, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat, Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan, Perwakilan, kata dia, pun telah kehilangan maknanya. Dimana musyawarah semakin hari semakin ditinggalkan.
"Sekarang adu kuat, adu otot. Sebenarnya kalau adu kuat masih mending, tapi ini adu keuangan. Ini yang betul-betul harus kita hentikan," ujar Amien.
Tak jauh beda dengan empat sila di atas, sila ke 5, yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Kata dia, yang terjadi justru kedzaliman sosial yang diterima rakyat yang sejak lama menderita.
"Jadi saya kira kita sudah merdeka 72 tahun. Mestinya negeri kita semakin sentosa, semakin kuat, menjadi bangsa teladan di panggung dunia ini. Tapi nyatanya kita masih kayak begini Ini," kata Amien.
"Hutang kita makin menggelembung, rakyat kecil makin terhuyung-huyung, banyak orang makin banyak yang lapar. Kita rasakan ada yang salah," Amien menambahkan.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Sedang Gempar, Amien Rais Kritik Jokowi dan Luhut soal 'Proyek Busuk Whoosh'
-
Amien Rais 'Ngamuk', Tuding Jokowi-Luhut-Sri Mulyani Perusak Indonesia dan Layak Dihukum Mati!
-
Geger Proyek 'Busuk' Whoosh, Amien Rais Semprot Jokowi dan Luhut: Aneh Sekali
-
Takjub Adab Jokowi Cium Tangan Abu Bakar Ba'asyir, Amien Rais Terenyuh: Buat Saya Artinya Dalam
-
Amien Rais Usulkan Mahfudin Nigara sebagai Calon Menpora, Apa Alasannya?
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik
-
Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!
-
Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran
-
Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan
-
Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis