Suara.com - Riki Adi Saputro alias Rokim (18), nekat membunuh nenek Maria Tanamal (75) setelah dipergoki menyelinap ke rumah korban di Cluster Taman Sari, Blok HN1, No 25 RT 3 RW 9 Perumahan Harapan Indah II, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (3/10/2017) sore.
"Tersangka, sudah masuk rumah duluan, sembunyi di kamar mandi ternyata ada korban pergoki," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Selasa (10/10/2017).
Setelah kepergok, Riki yang notabene pekerja bangunan yang pernah memperbaiki atap rumah korban, kemudian mencekik leher korban hingga tak sadarkan diri.
Setelah itu, tersangka mengikat tangan nenek Maria dengan tali rafia. Saat dalam kondisi tangan terikat, nenek Maria yang tinggal seorang diri di rumah itu mulai siuman.
Karena panik, korban lantas berteriak. Tersangka lalu mengambil sebuah bantal warna cokelat untuk menutup wajah korban.
Dari tindakan itu, nenek Maria semakin memberontak. Tak habis pikir, Riki langsung mencari lakban untuk menutup mulut dan hidung korban.
"Akibatnya korban tidak bisa bernapas dan meninggal dunia," kata Argo.
Setelah korban meregang nyawa, tersangka kemudian mengambil barang berharga diantaranya satu mobil Toyota Avanza, dua buah telepon genggam dan uang sebesar Rp250 ribu.
Motif tersangka melakukan perampokan sadis itu, untuk membantu biaya pengobatan nenek pacarnya di Ngawi, Jawa Timur, yang sakit keras.
Baca Juga: Bentrokan Maut di Koja Telan Satu Korban, Polisi Bekuk 8 Orang
"Jadi motif tersangka adalah ekonomi," kata Argo.
Polisi menangkap Riki di tempat persembunyian di Dusun Doyong, RT 5 RW 3 Desa Tawangrejo, Ngrambe, Ngawi, pada Jumat (6/10/2017).
Atas perbuatannya, Riki dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan.
Berita Terkait
-
Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?
-
Kabur ke Bogor, Motif Pelaku Bacok Karyawan Roti di Cengkareng Ternyata Gara-gara Nyaris Senggolan!
-
Polisi Periksa PT Vinfast Auto hingga Green SM, 36 Saksi Digeber Bongkar Tragedi KRL Bekasi!
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Update Tragedi Bekasi: 84 Korban Sudah Pulang, KAI Buka Pintu Klaim Biaya Medis dan Trauma Healing
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan