Suara.com - Gedung-gedung pencakar langit di daratan pulau-pulau buatan proyek reklamasi teluk Jakarta merupakan musibah tersendiri bagi warga di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Demi pembangunan dan kemajuan kota, rumah mereka dibongkar tanpa ada gantinya.
Namun, harapan untuk memunyai tempat tinggal layak yang dulu sirna, kini kembali bersemi seiring suksesi di Pemprov DKI. Persisnya ketika era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat berakhir dan digantikan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Anies dan Sandiaga berjanji tidak melanjutkan proyek reklamasi. Dalam janji kampanye, keduanya juga berjanji menghentikan proyek tersebut lantaran dinilai merugikan masyarakat sekitar, terutama para nelayan yang sebagian bermukim di Kampung Akuarium.
Janji itu merupakan sebagian alasan warga Kampung Akuarium memilih Anies-Sandiaga dalam Pilkada Jakarta 2017. Mereka merelakan hak politik demi mewujudkan janji politik yang entah akan ditepati atau tidak.
Demi realisasi janji, warga Kampung Akurium bahkan siap bersama-sama Anies-Sandi melawan para pemilik modal bahkan pemerintah pusat, yang berkukuh melanjutkan proyek tersebut.
Mereka memastikan tidak rela, apabila Anies-Sandi menjilat ludah sendiri dan berkompromi dengan keinginan pemerintah pusat.
"Kami siap di belakang Pak Anies-Sandiaga. Itu janji mereka kepada kami. Mereka harus menepatinya dan kami akan mengawalnya. Apa pun risiko yang akan tanggung," kata seorang warga bernama Topa kepada Suara. com, di Kampung Akuarium, Jakarta Utara, Selasa (31/10/2017).
Topa meyakini, Anies-Sandi tidak akan ingkar pada janji-janjinya. Keyakinan itu berdasarkan kegigihan Anies dan Sandi berkampanye ke pelosok-pelosok Jakarta, bahwa reklamasi tak sedikit pun menguntungkan warga.
Baca Juga: Sandiaga Janji Tak Ingkari Kontrak Politik
"Saya yakin reklamasi bisa berhenti kalau warga Jakarta kompak dan Pak Anies-Sandi ada di depannya. Itu yang diinginkan warga Jakarta, setop reklamasi. Anies-Sandi tak usah takut. Kami siap membela," tutur Topa.
enurut Topa, proyek reklamasi tak memiliki manfaat sedikit pun bagi warga Jakarta, bahkan dampaknya terhadap lingkungan dan pekerjaan para nelayan sangat berbahaya.
Topa mengatakan, reklamasi sejak awal menjadi keinginan pemerintah pusat. Bukan warga Jakarta. Sebab itu, jika Anies-Sandiaga memikirkan Warga Jakarta, maka mereka harus menepati janjinya.
"Masalah reklamasi dan moratorium dicabut itu kan memang pengennya pemerintah pusat. Karena bisa diliat saat Menteri Maritim diberhentikan, Pak Rizal Ramli yang getol menolak reklamasi. Berarti memang penginnya pusat reklamasi ini," ujar Topa.
Darmadiani, seorang ibu dari Kampung Akurium, menilai Anies-Sandiaga pasti tahu bahaya proyek reklamasi apabila dilanjutkan.
"Mungkin itu salah satu janji Anies-Sandi untuk menaikkan suaranya. Tapi kami pikir Pak Anies dan bang Sandi sudah melewati penelitian atau pembicaraan yang panjang dengan timnya, karena memang reklamasi itu tidak menguntungkan dan Jakarta tidak membutuhkan reklamasi," tutur Darma.
Ia menyebutkan, akan banyak warga Jakarta yang kehilangan pekerjaan akibat proyek reklamasi. Tak sedikit pula bahaya lain akan dirasakan oleh warga pesisir Jakarta, terutama warga Kepulauan Seribu, pada kemudian hari.
"Jakarta punya Kepulauan Seribu, Ada pulau-pulau di situ, nah dengan adanya reklamasi menguntungkan siapa? Dan untuk siapa. Mungkinkah kami bisa tinggal di sana? Itu pasti ada kajiannya. Apa lagi itu dampak ekologinya, jelas-jelas merusak," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Iran Tolak Buka Selat Hormuz Meski Diancam AS, Harga Minyak Naik Tipis
-
CORE Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen dalam Asumsi APBN Terlalu Optimistis
-
Traveling Makin Praktis, Sewa Mobil Kini Bisa Dipesan Lewat Aplikasi
-
Gempa Bumi Flores, BRI Prioritaskan Keselamatan Nasabah dan Pekerja: BRI Peduli Salurkan Bantuan
-
Apakah Anak-Anak Perlu Sunscreen? Ini Jawaban dan Panduan Memilihnya
-
Di Tengah Gempa Bumi Flores, BRI Jaga Layanan Perbankan dan Pastikan Bantuan BRI Peduli Hadir
-
Bareskrim Ungkap Modus Pengolahan Emas Ilegal di Apartemen Sunter
-
BRI Pastikan Bantuan BRI Peduli Hadir Cepat Untuk Korban Gempa Bumi Flores
-
Loki Season 1: Petualangan Multiverse yang Mengubah Karakter Sang Dewa Penipu
-
5 Perbedaan Serum Retinol vs Bakuchiol, Mana yang Aman untuk Kulit Sensitif?