Suara.com - Polda Metro jaya memanggil Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang untuk diperiksa, Senin (6/11/2017).
Pemeriksaan tersebut untuk mendalami penyidikan kasus ledakan dan kebakaran pabrik petasan milik PT Panca Buana Cahaya Sukses, Kamis (26/10) dua pekan lalu, yang menelan 48 korban jiwa dan lainnya luka-luka.
"Penyidik Polda Metro Jaya akan meminta keterangan dari Disnaker ya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya.
Setelah itu, polisi akan meminta keterangan ahli hukum pidana untuk melengkapi berkas penyidikan kasus tersebut.
"Setelah kami periksa dari Disnaker, kami akan periksa dari saksi ahli dari pidana. Kami akan pemberkasan baru dikirim ke kejaksaan," terangnya.
Terkait insiden ledakan pabrik petasan yang terjadi pada Kamis (26/10/2017), sedikitnya masih 8 korban yang menjalani perawatan di beberapa rumah sakit.
Rinciannya 7 korban dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang, dan satu korban dirawat di Rumah Sakit Ibu dan Anak BUN, Kosambi, Tangerang, Banten.
Argo juga menambahkan, tim dokter forensik juga masih melakukan identifikasi 10 kantong mayat di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Identifikasi terhadap korban itu tinggal menunggu hasil pencocokan DNA dari keluarga.
Baca Juga: Skandal Pajak 'Paradise Papers' Ikut Seret Nama Sandiaga Uno
"Kemudian untuk identifikasi mayat kami sedang menunggu hasil DNA. Kemungkinan kalau tidak Rabu atau Kamis, hasilnya. Masih 10 mayat diidentifikasi ya," kata dia.
Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah pemilik PT Panca Buana Cahaya Sukses Indra Liyono, Direktur Operasional Perusahaan Andri Hartanto dan tukang las bernama Subarna Ega.
Berita Terkait
-
Doakan Arwah Korban, Warga Kosambi Tahlilan di Pabrik Petasan
-
Bunga-bunga Duka Cita di Pabrik Kosambi Usai Tewaskan 48 Orang
-
Meninggal di Pabrik Kosambi, Pernikahan Tak Bisa Digelar Lagi
-
Hampir 7 Bulan Kasus Novel, Saor: Dari Awal Polisi Tak Objektif
-
Terungkap, Polda Sudah Tahu Potensi Teror terhadap Novel Baswedan
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Nostalgia Masa Kecil Rano Karno, Trem Bakal Hidup Lagi di Kawasan Kota Tua Jakarta
-
Pramono Bantah Isu IKJ Pindah ke Kota Tua, Siapkan Ruang Ekspresi Seni ala Amsterdam
-
Skandal Foto AI di JAKI: Kronologi hingga Pencopotan Lurah Kalisari
-
Polri Bongkar Kasus BBM dan LPG Subsidi, Boni Hargens: Respons Cepat Hadapi Krisis Energi Global
-
Meski Mudik 2026 Lebih Lancar, DPR Masih Temukan Masalah di Pelabuhan dan Rest Area Tol
-
Dubes Arab Saudi Temui Megawati, Minta Peran Aktif untuk Perdamaian Timur Tengah