News / Internasional
Sabtu, 11 November 2017 | 05:35 WIB
Lampu yang menyinari Menara Effiel, Paris, Prancis, dipadamkam sebagai tanda solidaritas terhadap korban aksi teror di Kota London, Inggris, Rabu (22/3/3017). [ZAKARIA ABDELKAFI / AFP]

Suara.com - Sebanyak 3 anak sekolah terluka karena ditabrak sebuah mobil. Insiden itu diduga dilakukan sengaja.

Dari 3 siswa yang terluka itu, 2 di antaranya dalam penanganan serius. Sebab sopir mobil itu menabrak kerumunan orang di sepan sekolah Saint-Exupery di Blagnac, Haute-Garonne, Prancis. Kejadian itu, Jumat (10/11/2017) waktu setempat.

Polisi menangkap pengemudi mobil itu yang masih berusia 28 tahun. Sampai kini belum jelas motifnya.

Kebanyakan negara Eropa dan Inggris saat ini tengah menjadi sasaran teror kelompok teroris. Sepanjang teror itu ada juga yang diklaim dilakukan ISIS.

Sejak bulan lalu Prancis dilanda serangan kelompok teroris. Dua warga Prancis di stasiun kereta Saint Charles Marseille, tewas ditikam senjata tajam oleh seorang pelaku yang berhasil ditembak mati aparat kepolisian antiteror.

Selain teror penikaman, kelompok teroris pada hari yang sama, Sabtu (30/9/2017), juga mencoba meledakkan bom di area 16th arondisemen Kota Paris.

Untuk diketahui, Kota Paris dibagi menjadi 20 arondisemen berbentuk lingkaran. Sementara 16th arondisemen merupakan kawasan perumahan elite.

Polisi menemukan 4 bom rakitan menggunakan tabung gas yang disebar di sekitar perumahan elite tersebut.

Selain menggagalkan ledakan bom, polisi juga sudah menahan lima orang terduga teroris yang menjadi dalang pemasangan bom tersebut. (Anadolu)

Baca Juga: 4 Bom di Paris Berhasil Digagalkan, 5 Pelaku Teror Ditangkap

Load More