Suara.com - Seorang mantan dokter tim Olimpiade AS telah dijatuhi hukuman 40 sampai 175 tahun penjara karena terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap atlet dan pasien selama beberapa dekade.
Hukuman tersebut mengikuti dengar pendapat selama tujuh hari, dimana 156 korban berbicara tentang pelecehan yang mereka derita di tangan Larry Nassar, dokter tim Senam Amerika Serikat.
"Saya baru saja menandatangani surat perintah kematian Anda," kata Hakim Rosemarie Aquilina kepada Nassar (54) pada saat vonis hukuman di Lansing, Michigan, Rabu (24/1/2018) waktu setempat.
"Merupakan kehormatan saya untuk menghukum Anda karena Anda tidak pantas untuk berjalan di luar penjara lagi."
Korban termasuk beberapa pesenam yang banyak mengukir dalam sejarah Olimpiade, termasuk Simone Biles, Aly Raisman, Gabby Douglas dan McKayla Maroney.
"Dr Nassar bukan seorang dokter, dia sebenarnya adalah dan selamanya menjadi, seorang monster manusia, akhir cerita. Dia menyalahgunakan kepercayaan saya, dia menyiksa tubuh saya dan dia meninggalkan bekas luka di jiwa saya yang mungkin tidak akan pernah hilang," beber Maroney dalam pernyataannya di persidangan.
Tiffany Thomas Lopez, pemain softball, juga memberikan kesaksiannya di pengadilan.
"Pasukan yang Anda pilih pada akhir tahun 90-an untuk membungkam saya, untuk memberhentikan saya dan usaha saya untuk mengatakan yang sebenarnya, tidak akan menang atas pasukan yang Anda ciptakan saat menyakiti kami," ungkapnya.
Nassar telah mengaku bersalah atas tujuh tuduhan pelecehan seks tingkat pertama di daerah Ingham dan tiga tuntutan tambahan di daerah Eaton, keduanya di Michigan, meminta maaf kepada korbannya selama persidangan.
Baca Juga: Aktor Kawakan Michael Douglas Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual
Dia sudah menjalani hukuman 60 tahun di penjara federal karena kasus pornografi anak (pedofilia).
"Ini adalah kasus pelecehan seksual terbesar dalam sejarah olahraga dan ini tercermin dalam sejumlah besar laporan korban," kata John Hendren.
Dia mengatakan, dampak dari kasus ini kemungkinan akan berlanjut di masa mendatang. Tercatatkan, tiga pemimpin badan senam nasional Amerika Serikat untuk senam, Senam Amerika Serikat, telah mengundurkan diri pada tekanan pada hari Senin.
"Juga akan ada investigasi di Asosiasi Atletik Collegiate Nasional," kata koresponden.
"Mereka akan mengawasi ke Michigan State University. Presiden di sana mengatakan bahwa dia tidak akan mengundurkan diri. Akan ada tuntutan hukum perdata dan itu selain banding yang kemungkinan akan diajukan." [Aljazeera]
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara