Suara.com - Bendung Katulampa terletak di Kelurahan Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat. Bendungan ini dibangun 1911.
Fungsi utama bendungan ini untuk mengairi lahan, selain itu juga untuk mengendalikan air ke Ibu Kota Jakarta, terutama pada musim hujan seperti sekarang.
Siang ini, Gubernur Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Wali Kota Bogor Bima Arya, Kepala Dinas Sumber Daya Air Teguh Hendrawan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Isnawa Adji, dan Kepala Dinas Bina Marga Yusmada Faizal mengunjungi bendungan bersejarah.
Tadi sebelum berangkat ke sana, Anies bicara dengan Bima Arya dan jajaran di kantor wali kota Jalan Ir. Haji Juanda. Dalam pertemuan itu, Bima Arya menjelaskan penggunaan dana hibah dari Jakarta.
Bima juga menjelaskan banjir di Jakarta yang diakibatkan luapan Kali Ciliwung yang hulunya di Bogor harus ditangani bersama-sama.
"Revitalisasi situ-situ dan pembangunan kolam retensi. Jadi ini bagaimana caranya supaya air tidak semua ke jakarta. Bagaimana air itu diolah dengan baik di sini," ujar Bima.
Bima mengatakan pembangunan Bendungan Katulampa bertujuan sebagai sistem peringatan dini atas aliran air ke Jakarta. Tapi, menurut Bima Arya, sebagian orang Jakarta salah persepsi.
"Orang Jakarta melihat Katulampa seram banget. Menurut saya ada persepsi yang salah tentang Katulampa. Seolah-olah itu bendungan yang kalau jebol, Jakarta banjir," kata Bima.
"Katulampa itu bukan seperti itu sesungguhnya. Katulampa itu early warning system. Jadi hanya untuk kita melihat ketinggian di mana."
Anies mengapresiasi Bima Arya dan pemerintah Kota Bogor.
"Kami ucapkan terima kasih atas sambutan yang hangat pagi ini. Kami dari Jakarta datang untuk melihat langsung kondisi di lapangan," kata Anies.
Berita Terkait
-
Kemarau Mulai Terasa, Debit Ciliwung di Bendungan Katulampa Turun Drastis
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Info Ketinggian Air Bendung Katulampa Saat Ini, Peringatan Dini Banjir
-
Banjir Kepung Sejumlah Kawasan di Jakarta
-
Bendungan Katulampa Kering, Sektor Pertanian Tetapi Jadi Prioritas
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali