Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Ahmad Basarah ikut mengamini pernyataan dari Presiden Joko Widodo yang menilai Perpres 20 Tahun 2018 Tentang Pengunaan Tenaga Kerja Asing telah dipolitisasi oleh sebagian kelompok.
"Apa yang disebut dengan politisasi itu kan definisinya mempolitiking sesuatu yang tidak ada, kemudian dipropagandakan seolah-olah ada. itu sama dengan fitnah. Politisasi itu sama dengan fitnah," kata Basaah di DPR, Jakarta, Kamis (26/4/2018).
Wakil Ketua MPR itu mencontohkan saat Jokowi diisukan sebagai bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Menurutnya, isu tersebut 100 persen fitnah.
Basarah megatakan, di tahun politik seperti sekarang, tentu melahirkan kompetisi antara petahana dan bakal calon yang akan menjadi penantang di Pilpres 2019. Kompetisi ada yang sehat dan adapula yang tidak sehat. Bahkan, kebijakan apapun itu yang dikeluarkan Presiden bisa menjadi bahan kompetisi.
"Bahkan batuknya seorang presiden pun, yang menjadi seorang presiden akan menjadi masalah dan di bahas," ujar Basarah.
Basarah pun mengajak semua pihak untuk mengukur semua kebijakan pemerintah secara objektif. Apabila ada hal-hal yang dianggap tidak sesuai dengan keinginan rakyat, maka dapat dikroscek oleh lembaga kontrol yang telah tersedia.
"DPR yang bermitra dengan tenaga kerjaan, silahkan di dalami di Komisi IX yang membidangi terkait masalah ketenagakerjaan. Adapun kebijakan-kebijakan lain, mari silahkan kita dalami," tutur Basarah.
"Mari kita biasakan kita menjalankan praktik bernegara itu berdasarkan kesepakatan yang sudah kita buat, jangan di luar mekanisme kesepakatan dan ketetanegaraan yang sudah dibuat, mengawasi kebijakan pemerintah khusus tenaga kerja dan sebagainya mari kita gunakan mekanisme pengawasan DPR," Basarah menambahkan.
Berita Terkait
-
Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat
-
Antusiasme Anak Muda Malang Tinggi, PDIP Jatim Siapkan RedTalks sebagai Ruang Aspirasi
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Hasto Kritik TNI-Polri Ikut Awasi Pajak: Penyalahgunaan Kekuasaan
-
Gibran hingga Dito Ariotedjo! Daftar Pejabat, Menteri dan Jenderal di Lingkaran Bisnis Raffi Ahmad
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
GAC Beberkan Filosofi di Balik Pengembangan Mobil Listrik AION V
-
Review Film Colors of Evil: Black, Kematian dan Misteri Kota yang Bungkam!
-
Ini Tema dan Logo Hari Pramuka 14 Agustus 2026, Simak Makna di Baliknya
-
Benarkah Feng Shui Rumah Tusuk Sate Bawa Sial? Simak Fakta dan Cara Menyiasatinya
-
Film Spider-Man: Brand New Day Cetak Rekor Preview Tertinggi Sepanjang Masa
-
Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2 Dorong Adopsi Samsung Health, Pengguna Aktif Tembus 2,5 Juta
-
Personel Band Massive Attack Dicekal Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina saat Konser
-
Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
-
Review The White Tiger: Potret Ketimpangan Sosial yang Memancing Dilema Moral
-
Kemarau Menggigit, Warga Bantul Sedot Selang demi Dapat Air