Suara.com - Muhammad Laden Al Surat (7), anak autis di Bengkulu, menadak viral di media-media sosial karena disebut disekap sang ibu dalam ruangan penuh sampah hingga kelaparan.
Dalam video berdurasi satu menit yang viral tersebut, tampak Muhammad Laden tergolek lemas di lantai tanpa memakai baju maupun celana.
Sementara di sekeliling tempat ia terbaring, banyak sampah berserakan. Sementara tetangga yang kasihan, hanya bisa melemparkan makanan melalui lubang ventilasi kepada anak tersebut.
Setelah kabarnya viral, kelompok ibu-ibu Bhayangkari melakukan penjemputan terhadap Muhammad Laden di kamar kontrakan RT16/RW5 Kelurahan Sentiong, Kota Bengkulu, Senin (13/5) awal pekan ini.
Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kota Bengkulu Dian Fitriani menuturkan, Muhammad Laden dikurung ibunya di dalam kamar.
”Tapi tak seperti yang viral di media sosial, Laden tak disekap oleh Titin, ibunya. Dia terpaksa dikunci di dalam kamar kontrakan, karena ibunya harus bekerja,” kata Dian Fitriani dalam keterangan tertulis yang didapat Suara.com, Selasa (14/5/2019).
Ia menuturkan, Titin sang ibu mengakui tak tahu harus menitipkan Muhammad Laden kepada siapa saat dirinya bekerja.
Sebab, kata Dian, ibu dan anak tersebut bukan asli warga Bengkulu, melainkan perantau dari Provinsi Lampung.
”Mereka cuma berdua saja, tidak tahu mau dititipkan kepada siapa. Jadi bukan disekap. Muhammad Laden juga tak kelaparan, dikasih makan, tak seperti yang viral itu,” tukasnya.
Baca Juga: Nasib Tragis Pencari Ikan di Bengkulu Usai Bergumul dengan Buaya Sungai
Titin sang ibu, sambung Dian, sempat menolak ketika diminta agar Muhammad Laden bisa dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Doa Bengkulu.
Tapi setelah dibujuk dan diyakinkan Muhammad Laden akan diberi terapi, apalagi kondisi fisiknya lemah, akhirnya Titin mengizinkan.
Direktur RSHD Kota Bengkulu Lista Cherlyviera menuturkan, Muhammad Laden sudah menjalani sejumlah pemeriksaan dan dalam kondisi baik.
“Tak ada kekerasan fisik. Kondisinya baik. Hanya lemas karena dehidrasi, kami sudah beri infus agar pulih. Karena dia berkebutuhan khusus, maka dibutuhkan perawatan khusus pula,” kata Lista.
Berita Terkait
-
Nasib Tragis Pencari Ikan di Bengkulu Usai Bergumul dengan Buaya Sungai
-
Unggul 2.511 Suara di Bengkulu, Prabowo Berhasil Jungkalkan Jokowi
-
Saat Sahur dan Ngabuburit, Ini Dua Kegiatan Otomotif yang Tak Perlu
-
Korban Meninggal Akibat Banjir Bengkulu Jadi 30 Orang
-
Data Real Count 100 % KPU di Bengkulu: Prabowo Menang Tipis dari Jokowi
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Gubernur Pramono Targetkan PAM Jaya IPO di 2027 dan Layani 100 Persen Warga pada 2029
-
Polda Hentikan Penyelidikan Kematian Diplomat Arya Daru, Keluarga Protes Alasan Polisi
-
Pria di Depok Tewas Ditusuk Saat Tertidur Pulas, Pelaku Teriak 'Gua Orang Lampung'
-
Integrasi Transportasi Terhambat, Pemprov DKI Sebut Pemda Depok dan Bekasi Tak Punya Anggaran
-
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama dalam Materi 'Mens Rea'
-
Sedia Payung! Jakarta Bakal Diguyur Hujan Merata Hari Ini
-
Kala Hakim Anwar Usman Jadi 'Juara' Absen di MK, Sanksi Hanya Sepucuk Surat?
-
TNI Akan Bentuk Batalion Olahraga, Atlet Emas Langsung Naik Pangkat Jadi Kapten
-
Suara dari Aksi Buruh: Hidup di Jakarta Butuh Rp6,4 Juta, Upah Saat Ini Tak Cukup
-
KPK Ultimatum Nyumarno, Politisi PDIP Bekasi Didesak Bersaksi di Kasus Suap Bupati