News / Nasional
Rabu, 09 September 2020 | 12:15 WIB
Petugas gabungan mengevakuasi sesosok mayat pria yang ditemukan terluka di Kali Ciliwung, Kamlung Melayu, Jakarta Timur, Sabtu (5/9/2020). (ANTARA/HO-Reskrim Polrestro Jaktim).

Suara.com - Polres Metro Jakarta Timur masih menyelediki kasus dugaan pembunuhan terhadap Sofian Sarif Maloko (36) yang ditemukan tewas mengambang dengan kondisi kedua tangan terikat di Kali Ciliwung, Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur.

Waka Polres Metro Jakarta Timur AKBP Stefanus Michael Tamuntuan mengemukakan bahwa korban belakang diketahui merupakan seorang pengguna narkoba. Namun, Stefanus masih menyelediki ada atau tidaknya kaitan penggunaan narkoba dalam kasus dugaan pembunuhan terhadap Sarif.

"Diduga (korban) pengguna narkoba dari keterangan saksi atau keluarganya," kata Stefanus saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2020).

Adapun, Stefanus menyampaikan bahwa hingga kekinian pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian korban. Namun, berdasar dugaan sementara korban diduga menjadi korban pembunuhan.

"Dugaannya begitu (pembunuhan), tapi masih kami dalami," katanya.

Warga di sekitar Sungai Ciliwung, Kampung Melayu, Jakarta Timur sebelumnya digegerkan oleh penemuan mayat laki-laki tanpa identitas, pada Sabtu (5/9). Mayat dengan kondisi tangan terikat itu ditemukan mengambang di sungai, tepatnya di belakang Rusunawa Jatinegara pada pukul 05.50 WIB.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh petugas PPSU, Chaedir (40). Ketika itu dia sedang membuka gerbang Jalan Ciliwung dan melihat korban sudah mengambang di sungai.

Belakangan diketahui bahwa korban diketahui bernama Sofian Sarif Maloko (36), warga Tanjung Lengkong, Jatinegara, Jakarta Timur. Identitas mayat yang diduga korban pembunuhan itu diketahui setelah polisi menerima laporan jika ada warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya.

Salah satu keluarga korban, Bella mengatakan Sarif diketahui hilang kontak dengan keluarga beberapa hari sebelum jasadnya ditemukan mengambang dengan kondisi luka di kepala serta kedua tangan terikat tali.

Baca Juga: Ngeri! Sekuriti Perumahan di Padang Ngamuk, Bunuh 2 Orang Sekaligus

Bella mengaku telah mengikhlaskan kejadian itu namun meminta kepolisian untuk segera menuntaskan perkara tersebut dengan mencari pelakunya.

"Kami keluarga sudah ikhlas dan saya berharap yang terbaik saja dari polisi agar kasus ini bisa segera diungkap," katanya seperti dikutip dari Antara, Senin (7/9) lalu.

Load More