Suara.com - Gerakan Mengajar Dari Rumah yang diinisiasi para mahasiswa dan alumni program beasiswa Bidikmisi kini kembali membuka program batch kedua yang akan diikuti 750 orang di seluruh Indonesia.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim meminta ratusan mahasiswa dan alumni Bidikmisi ini bisa membantu anak-anak sekolah saat menjalani Pembelajaran Jarak Jauh saat pandemi Covid-19.
"Kita tidak ingin pandemi menyurutkan gelombang transformasi pendidikan yang sedang kita siapkan bersama, oleh karena itu semangat adik-adik mahasiswa penerima bidik misi sungguh saya apresiasi," kata Nadiem dalam siaran Youtube Ditjen Dikti, Jumat (16/10/2020).
Nadiem menambahkan, untuk gerakan Mengajar Dari Rumah batch kedua ini para mahasiswa dan alumni Bidikmisi juga akan ditugaskan menyebarkan pesan protokol kesehatan 3M yang dititipkan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19.
Sebab hasil survei Badan Pusat Statistik/BPS selama 7 - 14 September 2020 menunjukkan masih adanya 17 persen responden yang yakin atau sangat yakin dirinya tidak akan tertular Covid-19.
Hal ini bisa berdampak terhadap pengabaian protokol kesehatan 3M: memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
"Niatkan masyarakat untuk menjalankan protokol 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, perilaku sederhana ini dapat menekan penyebaran virus corona," ucapnya.
Program Mengajar Dari Rumah atau MDR dilakukan dengan rekrutmen terbuka bagi mahasiswa atau alumni yang berusia maksimal 40 tahun untuk menjadi volunteer mengajari siswa-siswa PAUD-TK, SD/MI, SMP/MTs yang berasal dari tetangga-tetangga rumah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
Baca Juga: Kepada Dian Sastrowardoyo, Nadiem Makarim Jelaskan Perubahan UN
Berita Terkait
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya
-
Misteri Harta Jurist Tan, Aset 'Tangan Kanan' Nadiem Bakal Dicari Kejagung Meski Buron
-
Mengawal Hukum atau Mengintimidasi? Kehadiran TNI di Ruang Sidang Tipikor
-
Sentilan Keras Peter Gontha: Buat Apa Ada KY Jika Hakim 'Bermasalah' Adili Nadiem?
-
Misteri Jurist Tan Dijuluki 'Bu Menteri': Hakim Gregetan, Jaksa Didesak Segera Tangkap Buronan Ini
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Sidang Vonis Laras Faizati Digelar Hari Ini, Harapan Bebas Menguat Jelang Ulang Tahun Ke-27
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL