"Akhirnya dilakukan proses pemerikaaan. Kita diperiksa pada saat itu satu kali, dua kali keluarga korban dan keterangan hasil investigasi kita. Tapi kemudian setelah itu kita tidak pernah dimintakan keterangan lagi," tuturnya.
Surat balasan akhirnya diberikan dari pihak kepolisian ke LBH Jakarta pada Februari 2020. Surat itu menjelaskan bahwa tindakan tegas yang dilakukan oleh anggota sudah sesuai prosedur, tidak ditemukan pelanggaran disiplin dan kode etik profesi.
Saleh menyebut kalau Komnas HAM RI juga sempat membuat investigasi sampai ke tahap pemeriksaan saksi dan keluarga korban. Namun tidak pernah ada hasilnya hingga saat ini.
"Komnas HAM saat itu sempat membuat investigasi, memeriksa juga dua kali saksi dan keluarga korban, tapi kemudian lenyap juga, tidak ada penjelasan hasil investigasi," tuturnya.
Berdasarkan perjalanannya tersebut, LBH Jakarta menilai ada lubang hitam atau black hole di balik extra judicial killing yang dilakukan pihak kepolisian. Pasalnya, meski telah dicoba untuk diungkap, tetapi tidak ada satu pun fakta lain yang berbicara, kecuali hanya satu versi yang beredar yakni keterangan sepihak dari kepolisian.
"Menurut kita, sangat memprihatinkan kondisinya hanya dalam dua tiga hari lewat nyawa seseorang, setelah itu hilang, tidak ada upaya-upaya hukum yang bisa ditentukan," ujar Saleh.
Berita Terkait
-
45 Kasus Pembunuhan, Polda Metro Jaya Disebut Paling Sering Melakukannya
-
Esports Jadi Cabang Olahraga yang Perebutkan Medali di Asian Games 2022
-
Resmi! Asian Games 2030 Digelar di Doha
-
Ingin Jadi Tuan Rumah Asian Games 2030, Arab Saudi Minta Dukungan Indonesia
-
Final All England 2019, Laga Paling Menyeramkan buat Hendra / Ahsan
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
Terkini
-
Presiden Iran: Negara-negara Arab Tak Akan Lagi Diserang, Asal Tak jadi Alat Imperialis AS
-
Golkar 'Sentil' Bupati Fadia: Fokus Proses Hukum di KPK, Tak Perlu Alasan Tak Paham Birokrasi
-
Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Kecam Dugaan Pelecehan di Panjat Tebing, DPR Bakal Segera Panggil Menpora
-
Prabowo Dikritik Tak Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Pengamat: Blunder Besar Kebijakan Luar Negeri
-
Jakarta Tetap Terbuka bagi Pendatang, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Operasi Yustisi
-
Kecelakaan Tragis di Koja: Nenek Penumpang Ojek Tewas Terlindas Trailer Usai Pulang Berobat
-
Asah Insting Tempur, TNI AL Gelar Simulasi Halau Serangan Udara di Perbatasan Tarakan
-
Modus Transaksi di Kamar Hotel Tanah Abang Terbongkar! Dua Pria Diciduk saat Edarkan 3 Kg Ganja