Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia mendorong para pelajar harus divaksin terlebih dahulu sebelum kembali ke sekolah untuk pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.
Komisioner KPAI Jasra Putra mengatakan penyuntikan anak usia 6-17 tahun yang sudah diizinkan pemerintah harus segera dilaksanakan.
"Usia sekolah anak terbanyak adalah di rentang usia ini. Sehingga keinginan pemerintah membuka PTM di seluruh sekolah awal tahun depan sangat rasional, namun hendaknya menjadi prioritas vaksinasi anak umur 6-17 tahun," kata Jasra, Jumat (26/11/2021).
Sejauh ini pemerintah baru melakukan penyuntikkan terhadap anak usia 12-17 tahun yang cakupan vaksinasinya sudah mencapai 5.925.557 anak atau 22,19 persen dosis pertama dan 4.124.671 anak atau 15,45 persen dosis kedua dari total 26.705.490 sasaran.
"Pemerintah punya tantangan untuk menyegerakan target vaksin untuk anak 6-11 tahun. Padahal kita ketahui pemerintah sama sekali belum memulai vaksin di umur anak ini," ucapnya.
Dia juga mendorong Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan vaksin jenis lain bisa disuntikkan ke anak, tidak hanya Vaksin Sinovac, agar stok vaksin untuk anak bisa aman.
"Kita juga mendorong jenis vaksin lain, untuk segera mendaftarkan ke Badan POM, agar bisa diberikan kepada anak anak usia sekolah," tuturnya.
Selain itu, penyuntikan vaksin Covid-19 untuk para guru dan tenaga kependidikan juga harus terus dikejar agar semua orang di sekolah bisa beraktivitas dengan aman.
Pemerintah telah menyuntikkan 137.098.677 dosis (65.83 persen) vaksin pertama dan 92.719.683 dosis (44.52 persen) vaksin kedua kepada masyarakat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga: Ironis, Orangtua Siswa Dukung SMK SPN dan Sayangkan Sikap KPAI
Sementara total sasaran vaksin adalah 208.265.720 atau 70 persen warga Indonesia yang ditargetkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus selesai dalam waktu satu tahun untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.
Berita Terkait
-
KPAI Desak Pemerintah Terapkan Cukai Minuman Manis, Soroti Dampak Industri ke Anak
-
Alarm KPAI: Anak Indonesia Kebanyakan Minum Manis, Ancaman Diabetes Bayangi Generasi 2045
-
Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!
-
Soroti Kasus Keracunan MBG di Jaktim, KPAI: Predikat 'Gratis' Tak Hapus Tanggung Jawab Hukum!
-
Efek Psikologis Keracunan MBG: Siswa di Jaktim Ketakutan Saat Lihat Ompreng, Tolak Makanan RS
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April