Suara.com - Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil yang dahulu sempat vokal mengkritik Kementerian Keuangan hingga sebut diisi iblis kini resmi terseret operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (6/4/2023).
Adapun selain tindakan korupsi dan menerima suap, Muhammad Adil juga kedapatan menggadaikan beberapa aset negara yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya.
Tak ayal, Muhammad Adil merogoh kocek senilai Rp 100 miliar berupa pinjaman bank usai menggadaikan sederet aset negara.
Berikut daftar aset negara yang digadaikan Muhammad Adil, sebagaimana yang dirangkum oleh tim Suara.com
Kantor PUPR Kepulauan Meranti
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti Asmar dalam keterangannya, Jumat (14/4/2023) mengungkap bahwa Adil menggadaikan kantornya sendiri senilai Rp 100 miliar.
Kantor Pemkab Kepulauan Meranti kini berstatus gadai ke Bank Riau Kepri (BRK) Syariah dan kini telah dicairkan sebesar Rp 59 miliar alias 59 persen dari keseluruhan dana yang diajukan oleh Adil.
Asmar lebih lanjut mengungkap bahwa pihaknya kecolongan dengan keberadaan upaya gadai tersebut. Asmar mengaku baru tahu kabar kantornya digadaikan usai KPK melakukan OTT terhadap Muhammad Adil.
Padahal, Adil telah menggadaikan kantornya sejak 2022 yang lalu.
Baca Juga: 7 Fakta Eks Bupati Meranti Gadaikan Kantor dan Mes PUPR: Ternyata Ini Alasannya
Sayangnya, Asmar dan pihaknya harus mengangsur miliaran Rupiah yakani Rp 3,4 miliar per bulannya akibat ulah Adil tersebut.
Mes dinas PUPR Meranti
Tak hanya kantor Pemkab, Adil juga nekat menggadaikan mes dinas PUPR Meranti yang merupakan aset milik negara.
Asmar dan pihaknya kini juga harus mengangsur gadai mes dinas tersebut meski dirinya mengaku Pemkab Meranti memiliki keuangan yang minim.
Jejak jahat Muhammad Adil Bupati Kepulauan Meranti
Bukan cuma menggadaikan aset negara, Muhammad Adil juga kedapatan melakukan beberapa tindakan korupsi.
Berita Terkait
-
7 Fakta Eks Bupati Meranti Gadaikan Kantor dan Mes PUPR: Ternyata Ini Alasannya
-
Jejak Jahat Bupati Meranti: Gadai Kantor Sendiri dan Mes Dinas PUPR ke Bank
-
Ironi Dua Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Jelang Lebaran 2023
-
Profil Istri Sah Eks Bupati Meranti, Disorot Usai M Adil Disebut Nikah Siri dengan Fitria Nengsih
-
Segini Kekayaan Fitria Nengsih vs Muhammad Adil, Eks Bupati Meranti dan Dugaan Istri Sirinya yang Jadi Tersangka
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sampah Setinggi 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Berhasil Dibersihkan
-
Terjaring OTT, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tiba di Gedung KPK Pagi Ini
-
Ada Lebaran Betawi, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng
-
OTT KPK di Tulungagung: Selain Bupati Gatut Sunu Wibowo, 15 Orang Juga Diamankan
-
Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS
-
Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan
-
Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak