Suara.com - Kepala angkatan bersenjata baru Letnan Jenderal Eyal Zamir mengatakan saat pelantikannya di Tel Aviv pada hari Rabu bahwa misi Israel untuk mengalahkan kelompok Palestina Hamas "tidak tercapai".
"Saya menerima komando (militer Israel) dengan kerendahan hati dan kerendahan hati. Hamas memang telah menderita pukulan berat, tetapi belum dikalahkan. Misinya belum tercapai," kata Zamir, di tengah kebuntuan negosiasi tentang langkah selanjutnya dalam gencatan senjata dengan Hamas di Gaza.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan kepada Zamir bahwa Israel "bertekad" untuk meraih kemenangan dalam perang multi-front yang dimulai dengan serangan Hamas pada Oktober 2023.
"Tanggung jawab yang sangat berat berada di pundak Anda, hasil perang akan memiliki arti penting bagi generasi mendatang, kami bertekad untuk meraih kemenangan" kata Netanyahu kepada Zamir saat pelantikannya.
Mantan komandan tank dan direktur kementerian pertahanan Zamir menggantikan kepala staf yang akan lengser Letnan Jenderal Herzi Halev, yang mengundurkan diri karena mengakui bahwa ia gagal memenuhi mandatnya.
Zamir, 59 tahun, dilantik pada saat yang sensitif dalam perang Israel dengan Hamas, dengan gencatan senjata yang berlaku pada 19 Januari masih belum jelas.
Saat mengumumkan pengangkatannya bulan lalu, Netanyahu mengatakan ia memiliki harapan besar bahwa Zamir akan membantu mencapai tujuan Israel untuk "kemenangan mutlak" melawan Hamas.
Zamir juga akan mengambil alih operasi di Tepi Barat yang diduduki, tempat militer telah mengerahkan tank dalam beberapa minggu terakhir untuk pertama kalinya dalam 20 tahun.
Pengangkatannya juga terjadi pada saat ketegangan tinggi antara Israel dengan musuh bebuyutannya, Iran.
Baca Juga: 30 Merk Kurma dari Israel, Pikir Ulang Buka Puasa Pakai Ini, Jangan Salah Beli!
Zamir menulis dalam makalah kebijakan tahun 2022 untuk Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat bahwa Israel perlu mengadopsi pendekatan yang lebih keras untuk menghentikan Iran mengembangkan senjata nuklir.
Mendorong kerja sama yang lebih besar dengan Amerika Serikat untuk melawan apa yang disebutnya "poros Iran", Zamir menganjurkan "tindakan ofensif" untuk menjamin keberhasilan.
Posisinya terhadap Iran mencerminkan posisi Netanyahu, yang baru-baru ini mengatakan bahwa Israel berencana untuk "menyelesaikan tugas melawan poros teror Iran".
Zamir, yang memimpin operasi-operasi penting selama intifada atau pemberontakan Palestina kedua, menjabat sebagai sekretaris militer Netanyahu dari tahun 2012 hingga 2015.
Ia adalah pendiri lembaga pemikir sayap kanan Israel Defense and Security Forum.
Berbeda dengan Halevi, yang menghindari sorotan, Zamir tampil sebagai tokoh yang kuat.
Berita Terkait
-
PBB Kecam Serangan Udara Israel di Suriah, Khawatir Picu Kekacauan Baru
-
Ancaman Pemindahan Warga Gaza, Presiden Suriah Sebut Ujian Bagi Bangsa Arab
-
Hamas Cegah Kekuatan Asing dalam Penentuan Masa Depan Gaza
-
Tolak Usulan Trump, Negara Arab Siapkan Rp825 Triliun untuk Rekonstruksi Gaza
-
30 Merk Kurma dari Israel, Pikir Ulang Buka Puasa Pakai Ini, Jangan Salah Beli!
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi