Ia mengibaratkan perlakuan yang baru diterimanya sebagai cerminan dari masalah yang harus ia hadapi sebagai pemimpin.
"Kalau saya mencintai Bekasi, tetapi melihatnya kumuh dan banjir, berarti saya harus menyelesaikan masalah kekumuhan dan banjir itu. Kalau kumuh, bangunannya harus dibongkar dulu. Kalau banjir, penyebabnya harus dibereskan dulu, karena saya mencintai," tuturnya.
Dengan gaya santai dan sedikit humor, ia menggambarkan betapa beratnya perjuangan untuk bertemu langsung dengan warganya, sebuah pilihan yang ia ambil karena cinta.
"Untuk apa saya berkeringat seperti ini? Dari situ ke sini saja butuh waktu dua jam. Saya ditarik ke sana, ke sini, diremas, ditarik, habis saya ini," candanya dalam bahasa Sunda, yang disambut tawa dan tepuk tangan meriah.
KDM menegaskan, kunjungannya yang melelahkan bukanlah tanpa alasan.
"Kalau saya jadi gubernur tapi tidak cinta, untuk apa capek-capek datang ke Bekasi? Lebih baik saya diam di Bandung. Dari Bandung saya pergi ke Singapura, dari Singapura ke Perancis, pulangnya saya cerita 'ini saya bawa investasi', padahal bohong," ucapnya, menyentil gaya kepemimpinan yang jauh dari rakyat.
Berita Terkait
-
Surga di Telapak Kaki Ibu Ternoda: Demi Motor Pinjaman, Anak di Bekasi Tega Aniaya Ibu Kandung
-
Disebut Gubernur Berisik, Dedi Mulyadi Singgung Birokrasi yang Lama
-
Dedi Mulyadi Janji Bayar Tunggakan BPJS Kesehatan: Rapat di Hotel, tapi Rakyat Meninggal
-
Diajak Dedi Mulyadi ke Lembur Pakuan, Penampilan Didit Putra Prabowo Jadi Sorotan
-
Pramono Bakal Tambah Lagi Rute Transjabodetabek, Kini Bekasi-Dukuh Atas
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Cegah Kriminal, BRI Hadirkan Fitur Notifikasi Real-Time WhatsApp dan SMS di BRImo
-
Singgung Soal Transaksi Rp 809 Miliar, Nadiem Makarim Optimistis Vonis 10 Tahun Bisa Dikoreksi
-
Makam Sutrimo Dibongkar, Polisi Dalami Kematian Eks Karumga Febrie Adriansyah
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Hadirkan Pendampingan dan Dukungan Usaha bagi UMKM Desa Brilian
-
Sampah Plastik Punya 'Kehidupan Kedua', Cerita di Aloha Diolah Menjadi Furnitur
-
Perkuat Ekonomi Desa, BRI Peduli Dampingi UMKM melalui Program Desa Brilian
-
Jalur Sepeda Jakarta Mau Dievaluasi, Jangan Sampai Cuma Jadi Garis di Jalan
-
Aura Kasih Diam-Diam Terjun ke Bisnis Peternakan Ayam di Subang Berapa Omzetnya?
-
BRI Peduli Dorong UMKM Desa Brilian Naik Kelas di Momentum Hari UMKM Nasional
-
Upon Entry: Ketika Orang yang Kita Cintai Mendadak Jadi Orang Asing