Apabila fakta menunjukkan bahwa dokumen-dokumen tersebut berasal langsung dari pihak UGM, maka menurut Dokter Tifa sangatlah tidak pantas, pasalnya untuk mempertaruhkan Nasib orang.
“Nah, berarti kalau memang berasal dari UGM, UGM yang patut dipertanyakan, mengapa memberikan dokumen – dokumen “Sampah” kepada Bareskrim untuk mempertaruhkan atau untuk memutuskan Nasib orang – orang,” urainya.
Dokter Tifa berharap Presiden Prabowo Subianto melihat kejadian – kejadian tersebut, agar masalah ini segera menemui titik terang.
“Bagaimana ini keadlian? Saya berharap mudah – mudahan Presiden Prabowo (staff atau orang – orang yang ditunjuk beliau) itu melihat ini,” ucapnya.
Bareskrim serahkan kasus ke Polda Metro Jaya
Bareskrim Polri telah menyerahkan kasus dugaan ijazah palsu milik Jokowi ke Polda Metro Jaya, usai menyatakan ijazah Jokowi asli berdasarkan uji forensik.
Kasus tersebut kemudian ditangani oleh Polda Metro Jaya dan masuk ke tahap penyidikan karena ditemukan unsur pidana dalam perkara yang dilaporkan oleh Jokowi.
Pihak – pihak yang melaporkan ijazah Jokowi palsu tidak terima dengan proses hukum yang ada.
Jokowi menyatakan ada tokoh besar di kasus ijazah palsu.
Baca Juga: Kubu Roy Suryo Sebut Ada Geng Solo di Balik 6 Tahun Mandeknya Eksekusi Silfester Matutina
Hal ini menyebabkan Roy Suryo, Rismon Sianipar dan Dokter Tifa tidak terima kemudian melayangkan somasi kepada Jokowi.
Jokowi sendiri tidak bersedia menunjukkan ijazah aslinya ke publik, kecuali di persidangan.
Menurutnya, dokumen tersebut adalah dokumen privasi yang tidak semua orang bisa mengetahuinya.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel