Suara.com - Logika di balik tunjangan fantastis anggota DPR RI kembali 'dikuliti' habis-habisan, dan kali ini 'pisau bedah' yang digunakan adalah papan tulis dan spidol milik jenius matematika, Jerome Polin.
Dalam sebuah video yang meledak di media sosial, Jerome sukses mengubah angka Rp12 juta menjadi sebuah gambaran absurd yang membuat seluruh Indonesia geleng-geleng kepala.
Tanpa banyak basa-basi, Jerome Polin dalam konten terbarunya turun gunung untuk memecahkan "misteri" tunjangan beras anggota dewan yang baru saja dikonfirmasi naik.
Dengan gayanya yang khas seperti seorang guru, ia menjabarkan hitungan yang seharusnya sederhana, namun hasilnya justru bikin istighfar.
"Tunjangan beras: 12 juta. Harga beras premium: 15 ribu/kg," tulis Jerome di papan tulisnya.
Hanya dengan satu operasi pembagian sederhana, Jerome menunjukkan bahwa uang tunjangan tersebut bisa digunakan untuk membeli 800 kilogram beras kualitas premium, atau setara dengan 1 ton beras kualitas medium setiap bulannya.
Angka yang sudah fantastis itu menjadi semakin tidak masuk akal ketika dibagi per hari.
"Itu artinya, mereka bisa menghabiskan sekitar 26 sampai 33 kilogram beras. Setiap. Hari," ujar Jerome dengan penekanan yang disambut syok oleh para penontonnya.
Visualisasi tumpukan beras seberat 1 ton untuk satu keluarga inilah yang langsung memicu badai komentar di media sosial.
Baca Juga: DPR Kena Skakmat! Viral Logika Pria Ini Pertanyakan Tunjangan Rp 50 Juta: Kenapa Dikali 26?
Warganet seolah berlomba-lomba melontarkan sindiran paling kreatif untuk menggambarkan betapa tidak masuk akalnya tunjangan tersebut. Namun, satu komentar berhasil merangkum kegilaan ini dengan sempurna dan menjadi viral.
"Sehari Mereka Makan 40kg Bang?" celetuk seorang netizen, yang langsung diamini oleh ribuan lainnya.
Komentar tersebut menjadi simbol perlawanan publik.
Pertanyaan polos itu menelanjangi betapa jauhnya kebijakan para wakil rakyat dari realitas kehidupan masyarakat yang mereka wakili.
Sarkasme lain pun bermunculan, "Itu berasnya bukan dimakan bang, tapi buat mandi lulur biar putih," tulis seorang warganet. "Mungkin buat pakan ternak di rumahnya, positif thinking aja," timpal yang lain.
Konten cerdas dari Jerome Polin ini menjadi tamparan keras bagi pernyataan Wakil Ketua DPR Adies Kadir yang sebelumnya mengumumkan kenaikan tunjangan tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
DPR Kena Skakmat! Viral Logika Pria Ini Pertanyakan Tunjangan Rp 50 Juta: Kenapa Dikali 26?
-
Babak Baru Transparansi: ICW Desak DPR Ungkap Seluruh Pendapatan Anggota Dewan
-
Apa Itu PPh Pasal 21? Ramai Dibahas gara-gara Ada dalam Daftar Tunjangan DPR
-
Wakil Rakyat Kaya Raya, Rakyatnya Sengsara? Bedah Tuntas Ironi Gaji DPR yang Bikin Geleng-Geleng Kepala
-
Dekrit Gus Dur Bekukan Parlemen Kembali Viral: Alasan Beliau Terasa Sekarang
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional