- Aksi walk out yang dilakukan pimpinan sidang Amir Uskara saat Muktamar X PPP ricuh disebut menjadi penyebab
- Kericuhan dipicu oleh protes peserta muktamar terhadap kepemimpinan Amir Uskara yang dinilai tidak akomodatif
- Kubu Agus Suparmanto mengklaim keterpilihannya sah karena sidang dilanjutkan oleh pimpinan lain
Suara.com - Tabir di balik kemunculan nama mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi muktamar Ancol mulai tersingkap. Aksi Wakil Ketua Umum PPP periode sebelumnya, Amir Uskara, yang memilih meninggalkan ruang sidang (walk out) saat suasana memanas disebut menjadi blunder fatal yang membuka jalan bagi kubu lawan.
Ketua DPW PPP Jawa Barat, Pepep Saepul Hidayat, secara blak-blakan mengungkap kronologi yang menurutnya menjadi penyebab utama munculnya dualisme kepemimpinan di partai berlambang Ka'bah tersebut. Menurutnya, terpilihnya Agus Suparmanto adalah konsekuensi langsung dari keputusan Amir Uskara yang meninggalkan forum.
"Tentu kami menyayangkan kericuhan yang terjadi. Tapi perlu dipahami, muktamar adalah satu rangkaian proses. Nah kenapa pak Agus Suparmanto jadi Ketua Umum, karena setelah dinamika yang terjadi, pimpinan sidang yang awalnya dipimpin oleh Pak Amir Uskara meninggalkan tempat sidang, sementara sebagian besar muktamirin masih bertahan," kata Pepep dalam sebuah telewicara di Bandung, Rabu (1/10/2025).
Pepep membeberkan bahwa kepemimpinan Amir Uskara saat memimpin sidang pada Sabtu (27/9) memang sudah dipersoalkan oleh sebagian besar peserta. Berbagai interupsi dan masukan dari para pemilik suara diduga tidak diakomodir, termasuk usulan krusial agar pimpinan sidang diserahkan kepada Ketua atau Sekretaris Steering Committee (SC).
Situasi semakin tak terkendali hingga memicu kericuhan. Aksi lempar kursi pun tak terhindarkan, yang puncaknya membuat Amir Uskara dan jajaran pimpinan sidang lainnya memilih untuk angkat kaki dari ruangan.
Momen kosongnya kursi pimpinan sidang inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh peserta yang masih bertahan. Mereka menganggap forum masih sah untuk dilanjutkan.
"Karena itu (Amir Uskara meninggalkan ruangan sidang), sesuai ketentuan bahwa pimpinan sidang bisa diambil alih oleh DPP, maka peserta Muktamar mendaulat pimpinan DPP lain untuk melanjutkan sidang dengan agenda Perubahan AD/ART, Laporan Pertanggungjawaban DPP, hingga pemilihan ketua baru," ujar Pepep sebagaimana dilansir Antara.
Pepep menegaskan bahwa sidang yang dipimpin Amir Uskara sebelumnya belum sampai pada tahap pengambilan keputusan soal ketua umum, termasuk penetapan untuk kubu Mardiono.
"Jadi, kalau ada yang mengatakan bahwa Ketua Umum sudah ditetapkan di paripurna pertama, itu membingungkan," ucapnya.
Baca Juga: Menteri Hukum Ultimatum PPP: Selesaikan Masalah Internal atau AD/ART Jadi Penentu
Setelah ditinggal Amir Uskara, sidang diambil alih oleh sejumlah tokoh dari unsur SC dan OC, di antaranya Qoyum Abdul Jabbar, Komarudin Tahir, dan Rusman Yakub. Forum yang diklaim masih kuorum inilah yang kemudian secara aklamasi menetapkan Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum PPP yang baru.
Pepep mengklaim bahwa proses tersebut sah dan dapat dipertanggungjawabkan karena dihadiri oleh mayoritas pemilik suara yang sah.
"Mayoritas peserta masih ada. Sekitar 75 persen pemegang suara sah tetap hadir di ruangan," tutur Pepep.
Seperti diketahui, Muktamar X PPP yang digelar di Ancol, Jakarta, pada 27-29 September 2025, berakhir dengan perpecahan. Dua kubu sama-sama mengklaim kemenangan aklamasi, yakni kelompok Plt Ketua Umum PPP Mardiono dan kelompok Agus Suparmanto, yang memicu babak baru dualisme di tubuh partai Islam tersebut.
Berita Terkait
-
Sejarah Lambang Kakbah di Logo PPP, Muncul Wacana Mau Diganti
-
Menteri Hukum Ultimatum PPP: Selesaikan Masalah Internal atau AD/ART Jadi Penentu
-
Siapa Ketum PPP yang Sah? Pemerintah akan Tentukan Pemenangnya
-
Rommy Diduga Mainkan 'Boneka Politik' Agus Suparmanto, Habil Marati: Nafsu Kuasanya Luar Biasa!
-
Terpuruk Pasca-Muktamar, Mampukah PPP Buktikan Janji Politiknya? Pengamat Beberkan Strateginya
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Akui Tak Bisa Nego Langsung dengan Israel, Pemerintah Gandeng Pihak Ketiga Bebaskan 9 WNI
-
Pesan di Balik Kemesraan Baru Moskow-Beijing yang Diklaim 'Tak Cari Musuh'
-
Besok Prabowo Hadiri Sidang Paripurna DPR, Ini Agendanya
-
Ace Hasan: Pemerintah Akan Tempuh Jalur Diplomatik untuk Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel
-
Mati Syahid! Aksi Heroik Ayah 8 Anak Jadi Tameng Hidup Saat Penembakan Masjid San Diego
-
KPK Bongkar Modus 'Sandera Jabatan' Bupati Nonaktif Tulungagung, Pj Sekda Diperiksa
-
Simbol Nazi dan Pesan Anti-Islam Ditemukan di Mobil Pelaku Penembakan Masjid San Diego
-
Militer Israel Tangkap 4 Jurnalis Indonesia, Fauqi Hapidekso: Langgar HAM dan Hukum Internasional!
-
Beraksi 4 Tahun, Siasat Licik Tukang Rujak di Duri Kepa Cabuli Siswi SD: Uang Jajan Jadi Umpan!
-
Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik dan Hukum Bebaskan Tiga Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel