- KPK mengembalikan satu unit Toyota Alphard yang disita dari rumah mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer
- Alasan pengembalian adalah karena mobil mewah tersebut terbukti merupakan aset sewaan Kementerian Ketenagakerjaan
- Meskipun Alphard dikembalikan, Immanuel Ebenezer tetap berstatus tersangka kasus pemerasan
Suara.com - Sebuah fakta mengejutkan terungkap dari kasus dugaan pemerasan yang menjerat mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer Gerungan (IEG) alias Noel. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi mengembalikan satu unit Toyota Alphard mewah yang sebelumnya disita dari kediaman Immanuel.
Langkah ini sontak menjadi sorotan, mengingat mobil tersebut menjadi salah satu aset yang diamankan dalam operasi tangkap tangan terkait kasus di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
“Benar. Jadi, penyidik melakukan pengembalian satu mobil Alphard yang disita dari saudara IEG dalam penyitaan yang dilakukan dari rumahnya pada tanggal 26 Agustus 2025 pascakegiatan tangkap tangan ya,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (6/10/2025).
Usut punya usut, keputusan pengembalian ini diambil setelah penyidik menemukan fakta krusial. Mobil Alphard yang selama ini digunakan oleh Immanuel Ebenezer ternyata bukanlah aset pribadi hasil tindak pidana, melainkan kendaraan sewaan yang dibiayai oleh negara untuk menunjang operasional Wamenaker.
Fakta ini didapat KPK setelah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap sejumlah pihak di Kemenaker, termasuk dari lingkungan Sekretariat Jenderal dan pihak swasta penyedia kendaraan.
“Dalam proses pemeriksaannya kemudian diketahui bahwa aset-aset yang disita ternyata tidak terkait, maka kemudian penyidik dengan segera mengembalikan aset itu karena ternyata aset itu bukan milik dari saudara IEG. Akan tetapi, aset tersebut adalah aset yang disewa oleh Kementerian Ketenagakerjaan,” kata Budi Prasetyo sebagaimana dilansir Antara.
Pihak KPK menegaskan bahwa langkah pengembalian ini merupakan bentuk profesionalisme penyidik. Lembaga antirasuah tersebut berkomitmen untuk hanya menyita aset yang terbukti berasal atau terkait langsung dengan tindak pidana korupsi.
“Artinya, bahwa aset-aset yang dilakukan penyitaan adalah aset-aset yang betul-betul terkait digunakan ataupun hasil dari sebuah tindak pidana korupsi,” jelasnya.
Meski Alphard tersebut telah dikembalikan, status Immanuel Ebenezer tidak berubah. Ia tetap menjadi salah satu dari 11 tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kemenaker yang dibongkar KPK pada 22 Agustus 2025.
Baca Juga: Bukan Hasil Korupsi, KPK Akui Alphard yang Disita dari Noel Ternyata Mobil Sewaan Kantor
Selain Immanuel, sejumlah pejabat tinggi dan staf di Kemenaker juga ditetapkan sebagai tersangka, termasuk beberapa nama dari pihak swasta.
Di sisi lain, KPK masih menahan puluhan kendaraan lain yang terkait dengan kasus ini. Dari total 32 kendaraan yang dipindahkan penyidik pada 1 Oktober 2025, empat di antaranya dipastikan milik Immanuel Ebenezer.
Aset mewah tersebut antara lain motor Ducati Scrambler, Toyota Land Cruiser, Mercedes-Benz C300, dan mobil gagah BAIC BJ40 Plus.
Berita Terkait
-
Bukan Hasil Korupsi, KPK Akui Alphard yang Disita dari Noel Ternyata Mobil Sewaan Kantor
-
KPK Periksa Ria Norsan soal Korupsi Jalan, Istri yang Jadi Bupati Mempawah Tak Ikut Diperiksa
-
'Cuma Masalah Waktu', KPK Janji Umumkan Tersangka Korupsi Haji Rp1 Triliun
-
Diam-Diam KPK Periksa Gubernur Kalbar, Dalami Soal DAK Hingga Proyek Pembangunan Jalan
-
Korupsi Kuota Haji, KPK: Biro Travel Kembalikan Uang Hampir Rp 100 Miliar
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Polisi Periksa Taipan Tan Kian Jadi Saksi di Kasus Korupsi Jumbo yang Seret Jampidsus
-
Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar
-
Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!
-
816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta
-
Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature
-
Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna
-
Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling!
-
Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan