-
Foto menu Program Makan Bergizi Gratis di SDN Mampang 1 Depok viral karena dinilai minim gizi.
-
SPPG menjelaskan menu itu hasil evaluasi untuk mengurangi food waste yang sempat mencapai lima kantong dalam sehari.
-
BGN melakukan sidak, membenarkan isi pangsit mengandung protein dan merekomendasikan evaluasi menu serta perbaikan dapur.
Suara.com - Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh foto menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Mampang 1 Depok yang dinilai minim gizi.
Foto yang menampilkan nampan berisi sepotong pangsit, beberapa potong kentang, wortel, dan sebuah jeruk itu memicu perdebatan sengit di kalangan orang tua murid dan warganet.
Namun, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mampang 1 Depok akhirnya buka suara, mengungkap alasan tak terduga di balik pemilihan menu tersebut.
Dalam video klarifikasinya, perwakilan SPPG Mampang 1 menjelaskan bahwa menu pangsit tersebut merupakan hasil inovasi yang didasari oleh evaluasi mendalam bersama tim ahli gizi dan koki.
Keputusan ini diambil setelah mereka menemukan fakta miris pada hari sebelumnya, di mana terjadi penumpukan sisa makanan atau food waste yang sangat signifikan.
"Ketika di minggu pertama hari ketiga, tepatnya di hari Rabu, itu banyak tersisa food wasted atau sampah makanan. Itu sampai lima kantong isinya nasi sayur terbuang," ujar perwakilan tersebut.
Prihatin dengan banyaknya makanan yang terbuang, timnya memutuskan untuk merancang ulang menu untuk hari Kamis agar lebih menarik bagi anak-anak dan tidak membosankan, sehingga dapat mengurangi sisa makanan.
Menu yang viral itu, menurutnya, telah diperhitungkan gizinya. Kentang disajikan sebagai pengganti nasi (karbohidrat), sementara wortel berfungsi sebagai sayuran.
Sorotan utama, yakni pangsit, ternyata bukanlah sekadar kulit goreng kosong.
Baca Juga: Bukan Takdir, Konten Kerator Ini Bongkar Dugaan Kelalaian Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny
"Pangsit itu sebenarnya bukan hanya pangsit, namun di dalamnya terdapat telur ayam, daging ayam, dan tahu, serta daun bawang yang kami kemas jadi satu," jelasnya.
Menanggapi kehebohan ini, Tim Investigasi Independen Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur SPPG Mampang 1 Depok.
Raniah Salsabila dari BGN mengonfirmasi bahwa isi pangsit tersebut memang benar mengandung protein.
"Pangsit goreng itu sesungguhnya tidak hanya kulit pangsit, namun juga berisi tahu, telur, dan ayam," kata Raniah.
Dari hasil sidak, BGN menilai fasilitas dapur SPPG Mampang 1 cukup layak, meskipun beberapa aspek infrastruktur masih perlu disempurnakan agar sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) Program MBG.
Sebagai tindak lanjut, BGN merekomendasikan evaluasi ulang terhadap menu dan porsi makanan, serta perbaikan infrastruktur dapur.
Berita Terkait
-
Bukan Takdir, Konten Kerator Ini Bongkar Dugaan Kelalaian Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny
-
Begini Nasib Anggaran MBG yang Bakal Ditarik Menkeu Purbaya Jika Tak Terserap
-
Kemenkes Percepat Sertifikat Higiene untuk SPPG, Cegah Risiko Keracunan MBG
-
Dukung Program MBG, Pandji Pragiwaksono Tuntut Evaluasi Besar-besaran
-
Banjir Kritik, Cak Imin Hapus Cuitan Al Khoziny Berhasil Bangun Pondasi Agama
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi
-
Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon
-
Awal Mula Sahroni Sadar Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Berawal dari Tamu Perempuan di DPR
-
KPK Bongkar Modus 4 Pegawai Gadungan yang Peras Ahmad Sahroni, Ternyata Bukan yang Pertama Kali!
-
Kasus Andrie Yunus Tetap di Militer, Menko Yusril Respons Usul Gibran Soal Hakim Ad Hoc
-
Suap Ijon Proyek Bekasi: KPK Sita Duit Kadis Henri Lincoln, Diduga 'Uang Panas' dari Sarjan
-
Riset Global Soroti Inovasi Pertanian AI dari Indonesia, Disebut Bisa Pulihkan Tanah Rusak